Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

FIFA Skors Temarii 8 Tahun Karena Kasus Suap Tuan Rumah Piala Dunia

Mantan anggota Komite Eksekutif FIFA dari Tahiti Reynald Temarii diskors dari aktivitas sepak bola selama 8 tahun, karena menerima 305.640 euro dari mantan Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Mohamed bin Hammam, demikian pernyataan badan sepak bola dunia itu pada Rabu (14/5/2015).
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 13 Mei 2015  |  20:20 WIB
FIFA Skors Temarii 8 Tahun Karena Kasus Suap Tuan Rumah Piala Dunia
Markas FIFA di Zurich, Swiss - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan anggota Komite Eksekutif FIFA dari Tahiti Reynald Temarii diskors dari aktivitas sepak bola selama 8 tahun, karena menerima 305.640 euro dari mantan Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Mohamed bin Hammam, demikian pernyataan badan sepak bola dunia itu pada Rabu (14/5/2015).

Temarii dilarang dalam pemungutan suara yang menetapkan Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, dinilai telah melanggar beberapa kode etik Federation Internationale de Football Associatuon (FIFA).

Bin Hamman sendiri telah dikeluarkan dari seluruh aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola, namun FIFA tetap mempertahankan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

“Perilaku Tuan Temarii melanggar kode etik FIFA tentang aturan umum perilaku, kesetiaan, kerahasiaan, konflik kepentingan, serta menawarkan dan menerima hadiah," demikian pernyataan Komite Etik FIFA.

Sebelumnya Temarii, sekjen asosiasi sepak bola Tahiti, telah disuspensi dari semua kegiatan sepak bola selama setahun pada 2010 menyusul tuduhan dia menawarkan penjualan suaranya.

Untuk kasus yang sama FIFA sebelumnya telah menskors anggota Komite Eksekutif FIFA dari Nigeria, Amos Adamu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fifa

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top