Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Jadi Selebriti, Naturalisasi Pemain Sepak Bola Asing Segera Dihentikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menilai sistem naturalisasi pemain sepak bola kurang bisa diandalkan, karena sering menciptakan selebriti dadakan.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 23 September 2013  |  17:35 WIB
Banyak Jadi Selebriti, Naturalisasi Pemain Sepak Bola Asing Segera Dihentikan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menilai sistem naturalisasi pemain sepak bola kurang bisa diandalkan, karena sering menciptakan selebriti dadakan.

Menteri Pemuda dan Olah Raga Roy Suryo bertekad menghentikan fenomena naturalisasi pemain sepak bola warga negara asing untuk memperkuat tim nasional Indonesia.

"Saya mencoba mengurangi naturalisasi atau bahkan memberhentikan naturalisasi karena anak-anak Indonesia itu luar biasa," katanya, Senin (23/9/2013).

Sistem naturalisasi pemain asing, lanjutnya, hanya berdampak positif bagi sepak bola nasional dalam jangka pendek.

Dia menilai sebagian besar pemain naturalisasi lebih memilih mengambil keuntungan dari ketenaran mereka sebagai bintang iklan daripada melanjutkan karier sebagai pemain sepak bola.

"Naturalisasi itu hanya 'ngetop' 1-2 tahun saja, setelah itu jadi bintang iklan, belum lagi kasus-kasus karena mereka merasa sudah menjadi superstar," kata Roy.

Selain itu, tambahnya, program naturalisasi pemain terbukti tidak mampu meningkatkan kualitas kompetisi maupun pemain lokal di Indonesia.

Menpora mengatakan berbagai fakta di atas menjadi alasan pemerintah lebih memilih program pembinaan bertahap dan berjenjang di berbagai tingkat usia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

roy suryo menpora naturalisasi pemain sepak bola
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top