Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Strategi Jepang, Korsel, Australia Beri Kejutan Piala Dunia 2022, Minim Kuasai Bola

Tiga wakil Asia, yakni Jepang, Korsel, dan Australia berhasil memberi kejutan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 03 Desember 2022  |  12:23 WIB
Strategi Jepang, Korsel, Australia Beri Kejutan Piala Dunia 2022, Minim Kuasai Bola
Timnas Jepang di Piala Dunia 2022 - FIFA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga wakil Asia lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 secara dramatis. Di pertandingan terakhir fase grup, ketiga tim berhasil memberi kejutan dengan cara bermain efektif dan sedikit penguasaan bola.

Bahkan, Jepang yang berhasil mengalahkan raksasa Eropa, Spanyol dengan skor 2-1 hanya mempunyai 17 persen penguasaan bola sepanjang laga. Sementara, lawannya Spanyol menguasai 83 persen penguasaan bola.

Berdasarkan statistik pertandingan, Jepang juga hanya mencatatkan 228 operan dibandingkan Spanyol yang mencatat 1.058 operan.

Samurai Biru juga hanya mampu melepaskan 6 tendangan dengan 3 di antaranya yang tepat sasaran. Sementara Spanyol melepaskan 12 tendangan dan 5 di antaranya tepat sasaran.

Meski sedikit mendapatkan peluang, dari 3 tendangan yang mengarah ke gawang lawan, 2 gol berhasil ditorehkan Samurai Biru. Gol itu pun cukup memberi Jepang tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 dengan menjadi juara grup.

Sebelum melawan Spanyol, pada pertandingan pertama di Grup E, Jepang telah memberi kejutan dengan mengalahkan Jerman 2-1. Sama seperti ketika melawan Spanyol, Jepang bermain efektif dengan hanya mempunyai 26 persen penguasaan bola.

Jepang juga hanya mencatatkan 269 operan, 12 kali tembakan dengan 4 di antaranya tepat sasaran. Sementara Jerman mencatatkan 74 persen penguasaan bola, 771 operan, 26 kali tembakan, 9 tembakan di antaranya tepat sasaran.

Pelatih Timnas Jepang Hajime Moriyasu mengatakan bahwa lolosnya Samurai Biru tercipta berkat kerja keras pemainnya selama pertandingan. “Kemenangan ini merupakan anugerah bagi rakyat Jepang,” ujarnya dikutip dari The Guardian pada Sabtu (3/12/2022).

Begitu juga dengan Korea Selatan yang mampu mengalahkan Portugal dan berhasil lolos ke babak 16 besar dengan sedikit penguasaan bola. Pada pertandingan terakhir di Grup H melawan Portugal, Korea Selatan hanya mencatatkan 38 persen penguasaan bola dan 357 operan.

Sementara Portugal mencatatkan 62 persen penguasaan bola dan 574 operan. Meski begitu, hasil akhirnya Korea Selatan berhasil menang dengan skor 2-1.

Asisten Pelatih Korea Selatan Sergio Costa mengatakan bahwa hasil akhir pada pertandingan itu sangat krusial mengantarkan timnya lolos ke fase 16 besar. "Kami pantas memenangkan pertandingan ini. Setiap pemain dan setiap anggota staf pelatih berhak menikmati kemenangan ini," katanya dikutip dari Yonhap News Agency pada Sabtu (3/12/2022).

Selain kedua negara Asia Timur itu, Australia yang masuk ke Piala Dunia 2022 melalui zona Asia juga hanya mencatatkan sedikit penguasaan bola kala bertanding di laga terakhir Grup D melawan wakil dari Eropa, Denmark. Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan untuk memastikan tiket ke 16 besar.

Pada pertandingan tersebut Australia hanya mencatatkan 31 persen penguasaan bola dan melepaskan 304 operan. Sedangkan lawannya Denmark mencatatkan 69 persen penguasaan bola dan 664 operan. Namun, hasil akhirnya Australia menang dengan skor 1-0.

Kemenangan dramatis tim-tim medioker Asia atas tim Eropa yang lebih unggul dari sisi komposisi pemain juga dikomentari oleh pelatih berpengalaman Jose Mourinho. Pelatih yang kini menangani klub Serie A AS Roma itu mengatakan bahwa kemenangan yang diraih Jepang atas Jerman bukanlah kejutan.

Jepang menurutnya tidak boleh diremehkan, karena mereka tahu cara bermain terbaik sebagai tim. Sebaliknya, ia mengkritik penampilan tim-tim Eropa yang bermain pada dengan ego para pemainnya.

"Penampilan mereka [tim-tim Eropa] itu hanya sebagai individu, sementara pemain Asia memiliki mental superior," ujarnya dikutip Daily Mail.

Mourinho sendiri telah melatih sejumlah klub besar di Eropa seperti Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, hingga Manchester United. Ia terkenal dengan filosofi bermain efektif dan bertahan menunggu momentum untuk menciptakan kejutan. Hasilnya, Mourinho hampir selalu mempersembahkan trofi kepada tim yang ditanganinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

piala dunia 2022 jepang timnas jepang korea selatan australia
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top