Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasca Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Tetap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

Status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 tak berubah seusai tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.
Taufan Bara Mukti
Taufan Bara Mukti - Bisnis.com 06 Oktober 2022  |  16:34 WIB
Pasca Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Tetap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023
Timnas U-19 Indonesia di Piala AFF U-19 2022 - PSSI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 tak berubah seusai tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) menarik perhatian dari seluruh pihak terhadap persepakbolaan Indonesia.

Insiden pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 itu merenggut korban jiwa hingga ratusan orang. Itu membuat tragedi Kanjuruhan menjadi kerusuhan di sepak bola dengan korban jiwa terbanyak kedua di dunia.

Indonesia dibayangi sanksi FIFA setelah tragedi Kanjuruhan tersebut pecah. Status sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 pun terancam dicabut.

Namun dalam perkembangan terbaru usai bertemu FIFA pada Rabu (5/10/2022), Indonesia dipastikan tetap berhak menggelar Piala Dunia U-20 2023.

"Untuk Piala Dunia (U-20) masih jalan terus. Kami lagi menyusun dokumen supaya perbaikannya itu bisa dilakukan sampai nanti pas untuk Piala Dunia," ujar Maaike Ira Puspita, Wakil Sekretaris Jenderal PSSI, dalam rilisnya.

Perbaikan yang dimaksud adalah perihal konstruksi dan infrastruktur fasilitas penunjang Piala Dunia U-20 2023.

PSSI telah menunjuk enam stadion untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 yakni Stadion Utama Gelora Bung Tomo (Jakarta), Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar).

"Maintenance-nya bagaimana, perbaikannya mana, dan itu makanya harus dimulai dari Oktober untuk perbaikan. Rencananya bulan ini jalan," ucap Maaike.

PSSI juga tengah menggodok flow selama Piala Dunia U-20 2023. Mulai dari transportasi, media, tempat parkir, hingga akomodasi tim peserta sedang dipertimbangkan dengan matang.

"Ini akan menjadi blueprint yang sangat bagus untuk edukasi kita membuat ekosistem sepak bola. Bagaimana kalau misalnya kita mau menyelenggarakan event seperti ini lagi," tuturnya.

Selain itu, hal lain yang menjadi sorotan PSSI adalah animo penonton yang kurang pada laga selain timnas Indonesia.

Menurut Maaike, hal ini perlu dipertimbangkan karena PSSI sempat mendapat teguran karena hanya pertandingan timnas Indonesia yang ramai didatangi penonton.

"Berkaca dari Piala AFF U-19 kemarin pas Brunei lawan Vietnam, sepi enggak ada yang nonton. Kami juga sempet itu kena teguran, 'Ooh Indonesia itu begini ya, kalau bukan timnas yang main enggak ada yang nonton". Jadi kami enggak cuma dilihat dari hospitality-nya. Tapi juga pada saat pertandingan," kata Maaike.

Gelaran Piala Dunia U-20 2023 rencananya bakal digelar pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023.

Indonesia sebagai tuan rumah langsung lolos ke putaran final tanpa melalui babak kualifikasi terlebih dahulu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tragedi Kanjuruhan piala dunia u-20 timnas indonesia pssi
Editor : Taufan Bara Mukti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top