Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Maradona Tetap Hidup di Kediaman Walter Gaston Rotundo

Legenda sepak bola dunia Diego Maradona meninggal, tetapi dia tetap hidup di rumah Walter Gaston Rotundo.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 November 2020  |  16:05 WIB
Mara dan Dona, putri kembar Walter Gaston Rotundo, berpose di rumah mereka, di Buenos Aires, Argentina, 27 November 2020../Antara - Reuters
Mara dan Dona, putri kembar Walter Gaston Rotundo, berpose di rumah mereka, di Buenos Aires, Argentina, 27 November 2020../Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Legenda sepak bola dunia asal Argentina, Diego Maradona, meninggal dunia dalam usia 60 tahun pada 25 November 2020.

Namun, Maradona masih tetap hidup di keluarga Walter Gaston Rotundo di Buenos Aires, karena di sana ada sosok gadis kembar berusia 9 tahun, Mara dan Dona, yang dinamai sesuai nama sang legenda.

Maradona yang meninggal karena gagal jantung memang sangat mengilhami orang-orang di Argentina. Dia bukan sekedar pahlawan, tetapi telah menjadi simbol kemenangan, cinta, dan mimpi sebagian besar warga Argentina.

Penamaan si kembar adalah salah satu wujud kecintaan Walter Rotundo kepada sang legenda.

"Penamaan si kembar tidak pernah diragukan (terinspirasi dari Maradona), " kata ayah si kembar, Walter Rotundo, yang memiliki tato Maradona di punggungnya dan dengan bangga menunjukkan foto bintang sepak bola yang memegang foto kedua gadis itu saat masih bayi.

Walter mengatakan keputusan atas nama itu muncul jauh-jauh hari sebelum Mara dan Dona lahir. Inspirasi Walter muncul pada Piala Dunia 1990, ketika dia melihat Maradona menangis tak tertahankan setelah kalah 0–1 di final dari Jerman Barat.

Walter memberi tahu istrinya, Stella Maris Prez, saat pertama kali mereka bertemu bahwa suatu hari mereka akan memiliki dua anak perempuan akan dinamai menurut nama bintang sepak bola terhebat di dunia itu.

Mara, yang satu menit lebih tua dari adiknya, berkata bahwa dia menyukai namanya dan cerita di baliknya.

"Rasanya sangat indah memiliki nama ini dan yang paling saya sukai dari nama ini adalah mengetahui mengapa dia memanggil saya seperti itu. Saya merasa nama ini luar biasa," katanya seperti dikutip Reuters.

Sang adik, Dona, mengatakan kematian Maradona mengejutkan. "Saya tidak percaya dia meninggal atau mengapa dia meninggal. Dia orang yang sangat baik, dia tidak pantas mendapatkannya."

Maradona meninggal karena gagal jantung pada hari Rabu dan dimakamkan pada hari Kamis di tengah keriuhan besar dan emosi yang tinggi, dengan ribuan orang berkerumun di jalan-jalan di sekitar ibu kota Argentina saat jasadnya dibawa untuk dimakamkan.

Playmaker pendek gempal itu adalah salah satu yang terbaik di dunia yang membawa Argentina ke kejayaan Piala Dunia, menginspirasi dukungan yang kuat melalui keajaibannya di lapangan dan karismanya di luar lapangan, meskipun kehidupan pribadi yang bergejolak dirundung oleh kecanduan obat terlarang.

Maradona hampir berstatus kultus di Argentina. Julukannya "D10S" adalah permainan kata Spanyol untuk "Tuhan" dan kaus nomor 10 yang terkenal. Mara dan Dona memiliki seragam Argentina sendiri dengan nomor dan nama mereka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diego maradona

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top