Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prediksi Manchester City vs Lyon, Guardiola: Tidak Ada Kesempatan Kedua

Manajer Manchester City Pep Guardiola mengatakan laga lawan Lyon di perempat final Liga Champions, Minggu (16/8/2020) dini hari nanti sangat istimewa. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Agustus 2020  |  15:59 WIB
Pep Guardiola - Reuters/Jon Super
Pep Guardiola - Reuters/Jon Super

Bisnis.com, JAKARTA - Manajer Manchester City Pep Guardiola mengatakan laga lawan Lyon di perempat final Liga Champions, Minggu (16/8/2020) dini hari nanti sangat istimewa. 

"Ini sekali seumur hidup. Ini istimewa," kata Guardiola dikutip dari Daily Mail, Sabtu (15/8/2020).

Guardiola tentu memimpikan trofi Liga Champions yang terakhir kali didapatkan kala melatih Barcelona. Saat itu, ia memiliki beberapa pemain bintang yang mempermudah kerjanya memperoleh trofi tertinggi klub di Eropa tersebut. Namun, kali ini, ia akan membawa Kevin de Bruyne dan kolega untuk menguasai sepakbola Eropa.

"Kami harus tetap kuat dalam pikiran. Permainan ini akan dipengaruhi mentalitas, kepala dan roh untuk memimpin, semua hal, saya pikir para pemain siap melakukannya," ujar dia.

Manchester City akan meladeni permainan Olimpique Lyon dalam babak perempatfinal Liga Champions, Minggu dini hari nanti. Tidak ada kerumunan penonton, hanya satu pertandingan hidup atau mati, City butuh memenangkan tiga pertandingan tersisa Liga Champions.

"Para pemain terbiasa dengan satu pertandingan ini. Jika kami kalah, kami pulang ke Manchester, tetapi jika kami menang, kami bertahan untuk beberapa hari lagi. Tidak ada kesempatan kedua. Anda bisa masuk atau keluar. Ini sangat berbeda dengan Liga Champions biasanya," ujar mantan pelatih Bayern Munchen. Kemenangan atas Lyon juga akan membawa timnya menghadapi Bayern Munchen yang sukses mempermalukan Barcelona dengan skor telak 8-2.

Dua perempatfinal juga dramatis. Paris Saint-German (PSG) dan RB Leipzig memenangkan pertandingan mereka. Dengan tidak adanya lagi klub-klub seperti Liverpool, Real Madrid dan Juventus, kompetisi tahun ini berlangsung lebih segar.

"Sangat penting untuk mengalahkan raja-raja kompetisi ini, tetapi ketika Anda memainkan kompetisi ini dalam pertandingan satu kali, apa pun bisa terjadi. Tidak ada favorit, ini saatnya untuk menunjukkan diri kami sebenarnya. Saya ingin tim melakukan semua yang ada dalam pikiran dan jiwa mereka. Setelah itu, sepak bola akan menentukan apakah kami pantas menang atau tidak," ujar dia.

Guardiola memenangkan Liga Champions dua kali bersama Barcelona, tetapi gagal mencapai final selama tiga tahun ketika menangani Bayern Munchen. Jika City menang, mereka akan berada di semifinal pertama mereka di bawah Guardiola. Tentu ini sangat emosional bagi Guardiola yang ingin menunjukkan para pemainnya mungkin mewujudkan keinginan untuk menjuarai Liga Champions.

Namun, misi Guardiola dan Manchester City tidak akan mudah. Tanpa andalan di lini depan, Sergio Aguero, Guardiola harus memutar otak untuk mengantisipasi kejutan Lyon yang pernah menjuarai Ligue 1, tujuh musim berturut-turut.

Guardiola kemungkinan akan memasukan Phil Foden, 20 tahun, dalam skema permainannya setelah tampil apik ketika menyingkirkan Real Madrid. Dengan begitu, Guardiola pun bisa mengambil alih jalannya pertandingan demi melenggang ke semifinal Liga Champions.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Champions Manchester City Lyon

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top