Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Parah! Begini Cara Polisi Inggris Memperlakukan Danny Rose

Pemain Timnas Inggris Danny Rose mengaku kerap kali disetop polisi dan ditanyai apakah dia mengendarai mobil curian.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  23:09 WIB
Pemain Tottenham Hotspur Danny Rose. - Reuters
Pemain Tottenham Hotspur Danny Rose. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bek Timnas Inggris dan Tottenham Danny Rose yakin dia menjadi target rasial oleh polisi yang menghentikan mobilnya saat mengemudi.

Pemain berusia 30 tahun itu mengaku bahwa dia secara teratur diminta menepi oleh polisi dan ditanyai.

"Setiap kali dihentikan, muncul pertanyaan, 'Apakah mobil ini dicuri? Dari mana Anda mendapatkan mobil ini? Apa yang Anda lakukan di sini? Bisakah Anda membuktikan bahwa Anda membeli mobil ini?'. Ini sudah terjadi sejak saya berusia 18 tahun," kata Rose kepada podcast Second Captains pada Selasa (4/8/2020).

Rose juga mengatakan dia diperlakukan berbeda pada angkutan umum dengan staf kereta yang meminta untuk melihat tiketnya apakah memang untuk gerbong kelas satu, sementara penumpang kulit putih dibiarkan begitu saja.

"Ini hal-hal yang harus saya hadapi, dihentikan sepanjang waktu dan ditanya apakah saya tahu ini kelas satu dan menunjukkan tiket saya," tambahnya.

"Setiap kali saya mengatakan sesuatu atau mengeluh, Anda mendengar orang berkata, 'Ya, Anda menggunakan uang ini, teruskan saja.' Saya hanya menyerah dengan berharap bahwa segalanya akan berubah karena itulah mental beberapa orang terhadap rasisme."

Rose dilecehkan secara rasial oleh pendukung Montenegro saat pertandingan kualifikasi Euro 2020 bersama Timnas Inggris pada Maret 2019 dan mengalami pelecehan serupa saat bermain untuk U-21 di Serbia pada 2012.

Dia mengutarakan ada fokus yang lebih besar pada masalah ini di seluruh olahraga sejak kematian George Floyd dalam tahanan polisi pada Mei di Minneapolis, Amerika Serikat, yang memicu protes di seluruh dunia.

"Sebelum insiden dengan George Floyd di Amerika, sehari dalam setahun kami mengenakan kaos rasisme 'Kick It Out'," kata Rose, yang menghabiskan paruh kedua musim 2019–2020 dengan status pinjaman di Newcastle United.

"Saya harap ini [kematian Floyd] adalah sesuatu yang sekarang membuka mata, telinga, dan pikiran semua orang."

Polisi di Inggris memiliki hak untuk menghentikan dan menanyai siapa pun, tetapi tidak ada yang wajib berhenti dan menjawab. Jika tidak ada alasan lain untuk mencurigai seseorang, kegagalan untuk menghentikan dan menjawab pertanyaan tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk mencari atau menangkap mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tottenham rasisme timnas inggris

Sumber : BBC

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top