LIGA INGGRIS: Saya Menghormati Keputusan Ozil, Kata Emery

Manajer baru Arsenal Unai Emery mengatakan kepada wartawan pada Rabu 925/7/2018) dia menghormati keputusan Mesut Ozil untuk pensiun dari tim nasional Jerman karena apa yang dikatakan gelandang Jerman itu adalah "rasisme dan ketidakhormatan" karena akar Turkinya.
Martin Sihombing | 25 Juli 2018 17:15 WIB
Mesut Ozil - Reuters

Bisnis.com, SINGAPURA - Manajer baru Arsenal Unai Emery mengatakan kepada wartawan pada  Rabu 925/7/2018) dia menghormati keputusan Mesut Ozil untuk pensiun dari tim nasional Jerman karena apa yang dikatakan gelandang Jerman itu adalah "rasisme dan ketidakhormatan" karena akar Turkinya.

Ozil adalah target kritik untuk penampilannya selama Piala Dunia Jerman yang mengecewakan di Rusia, serta untuk pertemuannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada  Mei.

Ozil dan Ilkay Gundogan, seorang rekan setimnya juga keturunan Turki yang berpose dengan Erdogan juga, dicemooh oleh fans Jerman dalam pertandingan pemanasan sebelum turnamen dimulai.

Ozil dan Ilkay Gundogan, rekan setimnya yang juga keturunan Turki  berpose dengan Erdogan/Reuters

Erdogan mengatakan pada  Selasa  perlakuan terhadap Ozil adalah rasis dan tidak dapat diterima.

Keputusan 29 tahun untuk berhenti telah memicu debat publik yang buruk di Jerman tentang hubungannya dengan komunitas imigran terbesarnya.

"Ini  keputusan pribadi (yang) saya hormati," kata Emery kepada wartawan di Singapura sehari sebelum Arsenal melawan Atletico Madrid di turnamen pra-musim International Champions Cup.

Emery, yang pada Mei menjadi manajer baru pertama di Liga Premier dalam 22 tahun setelah Arsene Wenger mengundurkan diri, mengatakan Ozil merasa di rumah dengan Arsenal.

"Kami seperti rumahnya. Kami seperti keluarganya ... Kami akan membantunya merasa baik," tambah Emery.

Ozil belum berkomentar tentang keputusannya sejak kedatangannya di Singapura pada  Senin dengan Arsenal. Arsenal juga akan memainkan Paris Saint-Germain pada hari Sabtu di turnamen.

Sumber : Reuters

Tag : liga inggris
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top