Piala Dunia 2018: Ini Fakta-fakta Timnas Argentina

Piala Dunia 2018: Ini Fakta-fakta Timnas Argentina
Newswire | 24 Mei 2018 19:47 WIB
Pelatih Argentina Jorge Sampaoli dan Lionel Messi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Argentina sudah mengumumkan skuadnya untuk Piala Dunia 2018 di Rusia, pertengahan bulan depan. Dan berikut fakta-fakta Timnas Argentina, seperti ditulis Reuters:

Peringkat FIFA: 5 (sampai 7 Juni)

Turnamen sebelumnya:
Argentina sudah berkiprah pada 16 putaran final Piala Dunia dan dua kali menjuarainya, masing-masing 1978 di kandang sendiri dan di Meksiko delapan tahun kemudian ketika Diego Maradona dkk menyingkirkan Inggris dalam perjalanan ke final melawan Jerman Barat yang mereka menangkan dengan 3-2.
Argentina juga sudah tiga kali mencapai final, masing-masing pada Piala Dunia pertama 1930, di Italia pada 1990 dan empat tahun lalu di Brasil ketika mereka dihentikan Jerman pada babak perpanjangan waktu.

Pelatih:
Jorge Sampaoli:
 Pria berusia 58 tahun ini ditunjuk sebagai pelatih sebelum putaran final di Rusia setelah menjadi orang ketiga yang menangani timnas sejak Alejandro Sabella hengkang usai Piala Dunia 2014. Pelatih bertubuh mungil itu pernah mengantarkan Chile untuk pertama kalinya menjuarai turnamen internasional saat merebut Copa America pada 2015 dengan gaya bermain menekan nan cepat yang merefleksikan gaya dirinya yang hiperaktif di lapangan. Tetapi Sampaoli kesulitan mengorganisir Argentina dengan cara yang sama. Hanya satu kali menang dalam empat pertandingan kompetitif ditambah pembantaian yang dilakukan Nigeria dan Spanyol baru-baru ini telah menunjukkan dia harus bekerja lebih keras lagi.

Pemain kunci:
Lionel Messi:
 Messi akan merayakan ulang tahun ke-31 selama turnamen berlangsung dan ini bisa menjadi peluang terakhir dia untuk menjuarai turnamen besar yang saat ini belum pernah dia rasakan. Hampir semua yakin pemain terbaik di dunia lima itu bakal menciptakan gol. Pertanyaan besarnya adalah apakah rekan-rekan satu timnya bisa cukup terinspirasi untuk mendekati level permainannya.

Gonzalo Higuain: Higuain adalah teka-teki Argentina karena dia pemain yang begitu mudah mencetak gol pada tingkat klub namun kesulitan melakukannya saat mengenakan kostum timnas. Catatan gol Higuain untuk Argentina saat ini adalah satu gol pada delapan penampilan Pra-Piala Dunia. Begitu miskin sampai dia sendiri tak yakin dibawah Sampaoli ke Rusia. Namun penampilan cemerlangnya bersama Juventus membuat Sampaoli tidak bisa mengesampingkannya. Jika Higuain bisa menghasilkan performa hebat di klub yang sama hebatnya dengan di timnas maka dia akan membahayakan lawan.

Nicolas Otamendi: Otamendi hanya sekali masuk line-up Sampaoli sejak Argentina lolos ke putaran final Piala Dunia Oktober tahun lalu. Bek Manchester City itu menjadi jaminan bagi keandalan barisan pertahanan yang selalu berubah-ubah sejak Sampaoli menangani timnas. Bagaimana dia dimanfaatkan dan siapa tandemnya nanti, akan sangat vital bagi si juara dunia dua kali ini.

Performa:
Argentina kesulitan lolos karena tampil tidak konsisten dan pertahanan yang rapuh. Mereka dikalahkan 2-4 oleh Nigeria dalam laga persahabatan November tahun lalu, padahal negara ini sama-sama menghuni Grup D di Rusia nanti. Sempat menang 2-0 melawan Italia, Argentina dibantai Spanyol 1-6 beberapa hari kemudian dan ini adalah salah satu penampilan terburuk Argentina.

Bagaimana mereka lolos:
Argentina merebut tiket ke Rusia sebagian besar karena tuah kecemerlangan Messi yang mencetak hat-trick pada pertandingan terakhir melawan Ekuador.  Saat itu Argentina dituntut harus menang demi mengamankan tiket ke Rusia dan kemenangan 3-1 melawan Ekuador itu membuat mereka menempati peringkat ketiga di antara 10 tim. Yang paling mengejutkan adalah bagi sebuah tim yang diperkuat Messi, Paulo Dybala, Angel Di Maria dan Higuain, mereka hanya menciptakan 19 gol pada 18 pertandingan kualifikasi. Hanya Bolivia yang mengalahkan mereka dalam urusan kesulitan mencetak gol.

Peluang:
Argentina mencapai final Piala Dunia 2014 dan final Copa America pada 2015 dan 2016. Kini mereka berada di grup neraka, Grup D, bersama Islandia, Kroasia, dan Nigeria. Jika mereka lolos paling tidak akan terhindar bertemu dengan Brasil, Jerman dan Inggris sebelum final. Salah satu keuntungan Argentina adalah mereka baru menjajal pertandingan pertamanya tiga hari setelah turnamen kick off, pada 16 Juni dengan menghadapi Islandia, sehingga pemain-pemainnya mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
timnas argentina

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top