Tambahan Skors Kapten Timnas Peru Dianggap Tak Adil

Keputusan CAS memperpanjang masa skorsing kapten Timnas Peru Paolo Guerrero dianggap bertentangan dengan akal sehat.
M. Syahran W. Lubis | 16 Mei 2018 17:44 WIB
Kapten Timnas Peru Jose Paolo Guerrero (kiri) merespons sambutan fans saat tiba di Lima, Peru, dari Brasil. - Reuters/Guadalupe Pardo

Bisnis.com, JAKARTA – Penambahan masa skorsing terhadap kapten Timnas Peru Jose Paolo Guerrero menjadi 14 bulan sehingga tak bisa memperkuat negaranya di Piala Dunia 2018 pada Juni-Juli di Rusia tindakan tidak adil, demikian pernyataan persatuan pemain profesional dunia FIFPro.

Federation Internationale des Associations de Footballeurs Professionnels (FIFPro), yang berpusat di Hoofddorp, Belanda, juga mengemukakan bahwa keputusan CAS itu bertentangan dengan akal sehat.

Guerrero sebenarnya baru saja sekitar 12 hari lalu menuntaskan hukuman skorsing yang ditetapkan Federation Internationale de Football Association (FIFA) akibat dianggap menelan zat doping saat Peru melawan Argentina di Pra-Piala Dunia Oktober 2017.

Namun, pada Selasa (15/5/2018) Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS) memperpanjang masa skorsing—yang telah dipangkas FIFA dari 12 bulan menjadi 6 bulan itu—menjadi 14 bulan, berdasarkan banding yang dimintakan oleh World Anti-Doping Agency (WADA).

Perpanjangan masa skorsing itu membuat penantian panjang Guerrero, 34 tahun, untuk tampil di putaran final Piala Dunia menemui ujung yang sia-sia. Peru baru lolos lagi ke putaran final Piala Dunia setelah 36 tahun dan Guerrero terlinat dalam kualifikasi Piala Dunia empat edisi terakhir.

FIFPro mengemukakan keinginan untuk berdiskusi dengan FIFA untuk meninjau regulasi antidoping dalam olahraga.

“FIFPro menganggap larangan tersebut tidak adil dan tidak proporsional, dan contoh terbaru dari kode Anti-Doping Dunia yang terlalu sering mengarah pada sanksi yang tidak pantas, terutama ketika telah ditetapkan bahwa [seorang pemain] tidak ada niat untuk menipu,” lanjut pernyataan FIFPro.

FIFPro mengingatkan CAS sendiri telah mengakui Guerrero tidak bermaksud menelan zat terlarang dalam olahraga dan melakukannya tanpa sang pemain menyadari ada campuran zat tersebut dalam tehnya sehingga memang tak ada tujuan meningkatkan kinerja dengan minuman tersebut.

"Oleh karena itu, sesuatu yang bertentangan dengan akal sehat bahwa dia harus diberikan hukuman yang sangat merusak kariernya," kata FIFPro.

Organisasi itu juga menuding WADA telah menetapkan regulasi tanpa melakukan konsultasi yang tepat dengan sang pemain.

FIFPro ingin FIFA meninjau "bagaimana mengubah peraturan anti-doping dalam sepak bola sehingga mereka melayani kepentingan terbaik dari permainan dan melindungi hak-hak dasar pemain."

 

Guerrero sehari-hari bermain untuk klub Brasil Flamengo. Dia merupakan top skor sepanjang masa untuk Timnas Peru dengan 32 gol.

Tambahan Skors Kapten Timnas Peru Dianggap Tak Adil

 

Sumber : Reuters

Tag : piala dunia 2018, Timnas Peru
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top