HASIL LIGA CHAMPIONS: 'Petualangan' Leicester Terhenti, Ditahan Seri 1-1 Atletico

Petualangan Leicester City di Liga Champions kandas. Dalam pertandingan leg kedua di kandang mereka sendiri, Stadion King Power, Selasa (18/4/2017) atau Rabu (19/4/2017) dinihari WIB, bermain imbang 1-1 melawan Atletico Madrid. Skor keseluruhan dari dua pertemuan 2-1 untuk Atletico.
Martin Sihombing | 19 April 2017 04:59 WIB
Kiper Leicester Kasper Schmeichel menatap bola tendangan pemain Atletico Madrid Nunez menembus gawangnya - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Petualangan Leicester City di Liga Champions kandas. Dalam pertandingan leg kedua di kandang mereka sendiri, Stadion King Power, Selasa (18/4/2017) atau Rabu (19/4/2017) dinihari WIB, bermain imbang 1-1 melawan Atletico Madrid. Skor keseluruhan dari dua pertemuan 2-1 untuk Atletico. 

Gol Atletico Madrid di pertandingan leg kedua itu dihasilkan melalui sundulan kepala Saul Nunez pada menit ke-26 dan melintasi kiper Leicester, Kasper Schmeichel.

Sementara itu, gol Leicester City dijaringkan oleh striker andalan mereka,  Jamie Vardy (Leicester City) pada menit ke-61 melalui tendangan kaki kanandari tengah kotak pinalti Atletico. Bola bersarang ke pojok kiri gawang Atletico.

Pasukan Diego Simeone, yang memenangi leg pertama di Madrid dengan skor 1-0, tampil lebih baik pada fase awal pertandingan, tetapi setelah Leicester akhirnya menemukan irama permainannya, Shinji Okazaki melepaskan tembakan yang melambung dari jarak dekat, Saul memperbesar keunggulan secara keseluruhan Atletico pada menit ke-26, saat ia menanduk umpan silang  Filipe Luis.

Sang juara bertahan Liga Inggris, yang melakukan debutnya di Liga Champions, merespon dengan baik, mendominasi babak kedua, dan penyerang Inggris menyamakan kedudukan pada menit ke-61 setelah tembakan Ben Chilwell diblok, namun itu tidak cukup.

Bek Leicester Christian Fuchs berkata sebelum pertandingan bahwa menjadi tuan rumah akan memberi keuntungan dan gemuruh para penggemar telah terdengar ketika sepak mula dilakukan, yang akan menekan lawan yang kurang pengalaman bertarung.

Tuan rumah berupaya menggebrak dan mendapatkan peluang pertamanya ketika Vardy mencapai bola dan mengirim umpan silang tertuju kepada Okazaki, namun sepakannya melambung di atas mistar gawang.

Atletico tampil tenang dan menguasai bola, dan membuka keunggulan dengan gol yang sederhana.

Filipe Luis menerima bola di sisi kiri dan umpan silang sempurnanya disambut tandukan keras Niguez, di mana bola meluncur ke bagian bawah dan gagal dihalau kiper Kasper Schmeichel.

Tugas berat Leicester kini terlihat semakin sulit di mana mereka memerlukan tiga gol melawan lini belakang yang begitu rapat, yang sejauh ini hanya kemasukan empat gol di kompetisi Eropa.

Riyad Mahrez menyia-nyiakan satu peluang bagus sebelum turun minum namun ia melepaskan tembakan lurus ke Jan Oblak dari tepi kotak penalti.

Leicester terlihat kerepotan di lini belakang dan Schmeichel mampu menggagalkan upaya Yannick Carrasco sebelum turun minum.

Manajer Craig Shakespeare memasukkan Chilwell dan Leonardo Ulloa saat turun minum, dan Chilwell segera memperlihatkan emampuannya, melepaskan tembakan yang melambung di atas mistar gawang.

Di sisi lain Antoine Griezmann, pencetak gol penalti yang memisahkan kedua tim di Madrid, meneror pertahanan Leicester dengan lajunya menuju kotak penalti namun bola sodorannya gagal dimaksimalkan Carrasco.

Dengan sisa waktu 30 menit, nyawa Leicester terlihat kembali muncul dalam bentuk Vardy ketika penyerang Inggris itu dengan tenang melepaskan sepakan melewati Oblak setelah tembakan Chilwell melambung ke kotak penalti.

Tiba-tiba sesuatu yang luar biasa terlihat memungkinkan.

Untuk pertama kalinya dalam pertandingan ini Atletico tertekan dan Vardy nyaris membawa Leicester memimpin pada malam itu, ketika tembakannya pada menit ke-68 mengenai punggung Stefan Savic.

Atletico kini terlihat mulai menghitung menit-menit sisa pertandingan, namun Leicester menolak untuk menerima bahwa perjalanan mereka nyaris usai.

Beberapa kali Simeone terlihat ingin masuk lapangan, dengan level energinya di area teknik, bergerak dengan liar dan terus memberi komando kepada para pemainnya.

Mereka mampu melakukannya dan ketika waktu pertandingan habis, selesai pula perjalanan indah Leicester.

Sumber : Reuters/bbc.com/Antara

Tag : liga champions
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top