Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KONGRES PSSI 2016: Kemenpora Ancam Tidak Rekomendasi Jika Tidak di Yogyakarta

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga mengancam tidak akan memberikan rekomendasi Kongres PSSI 2016 jika tidak mengikurti permintaan menggelar kongres itu di Yogyakarta.
Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto (kanan). /Antara
Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto (kanan). /Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga mengancam tidak akan memberikan rekomendasi Kongres PSSI 2016 jika tidak mengikurti permintaan menggelar kongres itu di Yogyakarta.

"Poinnya sudah clear,  kewenangan rekomendasi itu diberikan atas surat permintaan dari PSSI. Sekali lagi tidak ada perintah apalagi intervensi. Tetapi substansi pemindahan kota ini semata-mata karena pemerintah mengingatkan PSSI untuk kembali ke titik nol di tempat lahirnya PSSI," kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto dalam pesan layanan singkat kepada media di Jakarta, Minggu (11/9/2016).

Kemenpora merekomendasikan Kongres PSSI dengan agenda utama pemilihan pengurus periode 2016-2020 digelar di Yogyakarta dengan alasan sebagai wujud reformasi PSSI untuk kembali ke titik nol, mengingat di kota ini induk organisasi sepak bola Indonesia lahir.

Surat rekomendasi dari pemerintah itu tertanggal 9 September dengan nomor S. 2844/MENPORA/IX/2016 dan ditandatangani oleh Menpora Imam Nahrawi saat ini sudah tersebar luas. Lokasi kongres sendiri berbeda dengan lokasi yang ditetapkan PSSI yaitu di Makassar, 17 Oktober.

"Surat rekomendasi itu dari pemerintah karena adanya surat permintaan dari PSSI. Karena ada permintaan maka hak pemerintah juga memberikan sikap. Ini bukan paksaan," kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.

Dalam surat rekomendasi yang beredar dijelaskan bahkan, surat dari pemerintah ini merupakan balasan dari surat yang dikirimkan oleh PSSI dengan nomor 557/UDN/286/VII-2016 tanggal 16 Agustus perihal permohonan rekomendasi penyelenggaraan Kongres PSSI.

Untuk itu, pemerintah dalam suratnya menjelaskan jik menyambut gembira rencana penyelenggaraan Kongres PSSI tanggal 17 Oktober dengan harapan kongres tersebut dapat berlangsung sesuai instruksi Presiden Joko Widodo agar reformasi sepak bola Indonesia bersifat total dan komprehensif.

Namun demikian, searah dengan harapan pemerintah tersebut, rekomendasi hanya akan diberikan seandainya pelaksanaan Kongres PSSI tersebut diselenggarakan di Yogjakarta dengan alasan sebagai wujud reformasi PSSI untuk kembali ke titik nol mengingat Yogjakarta adalah tempat lahirnya PSSI.

Penunjukan Yogjakarta, dalam surat tersebut ditegaskan, sebagai tempat penyelenggaraan kongres merupakan momentum reformasi total persepakbolaan nasional Indonesia dengan memperhatikan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional beserta peraturan pelaksanaannya.

"Poinnya sudah clear, bahwa kewenangan rekomendasi itu diberikan atas surat permintaan dari PSSI. Sekali lagi tidak ada perintah apalagi intervensi. Tetapi substansi pemindahan kota ini semata-mata karena pemerintah mengingatkan PSSI untuk kembali ke titik nol di tempat lahirnya PSSI," kata Gatot menambahkan.

Pria yang juga Kepala Komunikasi Publik Kemenpora itu menjelaskan, regulasi yang diberikan hanya dua sifatnya yaitu dipatuhi atau dilanggar. Jika dilanggar pihak pemerintah dalam hal ini Kemenpora tidak akan mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan Kongres PSSI.

Kongres PSSI saat ini sudah memasuki tahapan banding bagi bakal calon yang tidak lolos verifikasi. Sebelumnya, Komite Pemilihan mengumumkan jika ada delapan calon Ketua Umum PSSI yang dinyatakan lolos seleksi dari jumlah awalnya 16 orang.

Untuk posisi wakil ketua umum ada 17 orang yang lolos dari 24 orang yang diajukan. Sementara itu posisi anggota Komite Eksekutif (EXCO) ada 57 orang dari 67 orang yang diajukan oleh anggota PSSI.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Martin Sihombing
Sumber : ANTARA
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper