Nigel Pearson Pelatih Baru Watford

Nigel Pearson resmi diumumkan sebagai manajer baru Watford, menjadikannya sosok ketiga yang menduduki jabatan tersebut sepanjang Liga Primer Inggris musim 2019 - 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Desember 2019  |  17:51 WIB
Nigel Pearson Pelatih Baru Watford
Nigel Pearson - Reuters/Paul Burrows

Bisnis.com, JAKARTA – Nigel Pearson resmi diumumkan sebagai manajer baru Watford, menjadikannya sosok ketiga yang menduduki jabatan tersebut sepanjang Liga Primer Inggris musim 2019 - 2020.

Pearson menjadi pengganti Quique Sanchez Flores yang dipecat pada awal Desember setelah kurang dari 3 bulan sebelumnya Watford juga memberhentikan Javi Gracia.

Di akun Instagramnya, Pearson, 56 tahun, menilai posisi barunya ini merupakan tantangan besar, tetapi dia yakin Watford bertahan di Liga Primer dengan kekuatan bersama seluruh anggota tim.

Laman resmi Watford pada Sabtu (7/12/2019) WIB mengumumkan Pearson diikat kontrak hingga akhir musim 2019 - 2020. Namun, kontrak itu bisa saja tak terpenuhi hingga masa berlakunya habis mengingat Quique Flores pun diikat kontrak hingga akhir musim, tapi dipecat saat belum 3 bulan menjabat.

Pearson dipilih antara lain berkat pengalamannya sukses menghindarkan Leicester City dari ancaman degradasi pada 2014 - 2015 berkat raihan tujuh kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir.

"Nigel pelatih impresif yang datang dengan segudang pengalaman serta kesuksesan yang kami percaya bisa memberi dampak positif kepada kami," kata CEO Watford Scott Duxbury.

Pengalaman itu jelas dibutuhkan Watford yang kini terperosok di dasar klasemen dengan raihan hanya delapan poin dari satu kemenangan dalam 15 pertandingan dan terpaut 7 poin dari garis aman.

Meski sudah resmi ditunjuk, Pearson belum akan menangani Watford dalam laga pekan ke-16 menjamu Crystal Palace pada akhir pekan ini dan pelatih tim U-23 Hayden Mullins bakal tetap menjalankan perannya sebagai caretaker.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Liga Inggris, Watford

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top