Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Manajer PSS Sleman Tanggapi Dugaan Suap Madura FC

Sismantoro pun mendorong Satgas Antimafia Bola menjalankan tugasnya untuk mengusut tuntas kasus ini.
Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  07:23 WIB
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (tengah) melambaikan tangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan digedung Dit Res Krimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/2/2019). Joko Driyono diperiksa selama 22 Jam sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3. - Antara/Reno Esnir
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (tengah) melambaikan tangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan digedung Dit Res Krimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/2/2019). Joko Driyono diperiksa selama 22 Jam sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3. - Antara/Reno Esnir

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Soal mantan anggota komisioner eksekutif PSSI Hidayat yang diduga mengatur pertandingan dan melakukan penyuapan pada laga Madura FC kontra PSS Sleman pada Liga 2 2018, mantan manajer PSS Sleman Sismantoro angkat bicara.

Sismantoro mengatakan ia sudah dipertemukan dengan Hidayat ketika di Mabes Polri. "Saya sudah dikonfrontir dengan Hidayat waktu di Mabes. Saya tidak pernah ketemu, tidak kenal juga, dia juga tidak kenal saya," ujar dia, Senin (25/2/2019).

Sismantoro pun mendorong Satgas Antimafia Bola menjalankan tugasnya untuk mengusut tuntas kasus ini. Penuntasan kasus itu dinilai untuk membersihkan tubuh PSSI. Selain itu, agar tim nasional sepak bola Indonesia bisa berprestasi di kancah internasional.

"Timnas kita itu enggak pernah. SEA Games aja enggak pernah. Oleh karena itu kita mendorong [penuntasan kasus] agar timnas berprestasi di tingkat internasonal. Salah satunya ya dengan membersihkan tubuh PSSI. Timnas ya jangan model titip-titipan," kata dia.

Ia kembali menegaskan tidak mengenal dan berhubungan dengan Hidayat. Ia pun menantang Hidayat untuk membongkar oknum PSS Sleman yang diklaim terlibat, jika memang ada.

"Di mabes kan ditemukan dengan saya. Nek saya sekarang malah tak dorong, ungkap tuntas. Nek perlu dia bongkar kalau mengaku yang menghubungi orang PSS Sleman. Jangan sampai PSS dimanfaatkan oleh orang-orang judi," kata dia.

Menurutnya, PSS Sleman tidak terlibat dan tidak tahu-menahu soal pengaturan pertandingan Madura FC kontra PSS Sleman. "Kita tidak tahu-menahu soal itu dan kita sudah siapkan tim dengan kualitas di atas rata-rata tim lain. Demi Allah saya mendorong bongkar saja, jangan nama PSS dibawa-bawa," ujar dia.

Sismantoro juga mengaku ia merupakan orang baru di dunia sepak bola dan baru menangani PSS beberapa bulan sehingga tidak ada pengurus PSSI yang kenal. Untuk laga Madura FC kontra PSS Sleman, ia mengakui tidak tahu-menahu apakah ada kecurangan.

"Tapi cuma wasitnya. Kami dikerjai. Kami juga dirugikan itu," jelas dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pssi PSS Sleman

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top