Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laga Amal Kecelakaan Chapecoense Brasil vs Kolombia Berbalut Duka

Brasil menang 1-0 atas Kolombia dalam laga amal yang hasilnya diberikan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat yang membawa pemain Chapecoense.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 26 Januari 2017  |  10:45 WIB
Laga Amal Kecelakaan Chapecoense Brasil vs Kolombia Berbalut Duka
Korban selamat dalam kecelakaan pesawat, tiga pemain Chapecoense dan satu komentator, diperkenalkan kepada penonton sebelum laga amal Brasil versus Kolombia dimulai - Reuters/Ueslei Marcelino

Bisnis.com, JAKARTA - Brasil menang 1-0 atas Kolombia dalam laga amal di Rio de Janeiro yang hasilnya diberikan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat yang membawa pemain, pelatih, dan manajemen klub Brasil Chapecoense.

Kecelakaan tersebut, yang juga menewaskan sejumlah wartawan, terjadi pada 29 November 2016 WIB menjelang mendarat di Medellin, Kolombia, akibat pesawat carteran yang dioperasikan maskapai Bolivia Lamia kehabisan bahan bakar.

Dari 77 penumpang pesawat nahas itu, hanya enam yang selamat termasuk tiga pemain Chapecoense, namun salah satunya tidak mungkin bisa bermain lagi seumur hidup akibat kakinya diamputasi.

Para pemain Chapecoense berangkat ke Kolombia untuk menjalani pertandingan leg pertama final Copa Sudamericana—turnamen antarklub level kedua setelah Copa Libertadores—melawan tuan rumah Atletico Nacional de Medellin.

Laga final yang direncanakan berlangsung dua leg akhirnya tidak pernah terealisasi akibat kecelakaan tersebut, namun hanya beberapa jam setelah kejadian tragis itu, Nacional meminta Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) untuk menyerahkan gelar juara kepada Chapecoense.

Pertandingan bertajuk 'The Friendship Game' yang berlangsung di Stadion Nilton Santos di Rio de Janeiro pada Kamis pagi WIB (26/1/2017) disaksikan 18.695 penonton dari total kapasitas 45.000 tempat duduk.

Pertandingan tersebut, yang digelar kurang dari 2 bulan setelah tragedi, menjadi saat-saat emosional bagi segenap pemain dan fans.

Empat dari enam yang selamat, tiga pemain dan satu komentator radio, sempat diperkenalkan kepada penonton sebelum pertandingan. Salah satu dari mereka, penjaga gawang Jackson Follmann, ke lapangan menggunakan kursi roda akibat kakinya diamputasi akibat tragedi tersebut.

Dua pemain lain, yang juga diperkenalkan ke penonton, bek tengah Helio Hermito Zampier Neto dan bek kiri Alan Luciano Ruschel telah mulai berlatih kembali dan berharap cederanya sepenuhnya bisa pulih sehingga mulai merumput lagi tahun depan.

Gelandang Timnas Brasil Diego Ribas mengemukakan bahwa dia merasa sangat tersanjung dilibatkan dalam pertandingan amal tersebut.

“Ini lebih dari sekadar pertandingan. Saya bisa bersama Follmann, Neto, dan Alan, mereka pahlawan. Mereka semua pahlawan dan apa pun akan kita lakukan untuk membantu mereka,” kata gelandang serang 31 tahun yang punya 34 caps dengan mencetak empat gol untuk negaranya.

Ketiga pemain tersebut bersama komentator radio Rafael Henzel menerima piring peringatan atas kejadian menyedihkan itu sebelum pertandingan dan ikut berdiri bersama para pemain Timnas Brasil ketika lagu kebangsaan yang berjudul Hino Nacional Brasileiro dikumandangkan.

Henzel memberi komentarnya untuk O Globo, televisi yang membantu menyelenggarakan pertandingan amal tersebut.

Globo, perusahaan media terbesar di Brasil, menyatakan para sponsor telah menjamin sedikitnya dana US$1,2 juta tersedia untuk keluarga para korban kecelakaan pesawat tersebut.

Pertandingan tersebut hanya menampilkan para pemain yang berkompetisi di dalam negeri. Para pemain yang merumput di Eropa seperti Neymar da Silva dan James Rodriguez tidak disertakan.

Brasil memenangi pertandingan itu melalui gol semata wayang yang dicetak pemain Palmeiras Eduardo ‘Dudu’ Pereira Rodrigues yang baru mempunyai tiga caps untuk Timnas Brasil. Gol terjadi ketika babak kedua berjalan 2 menit melalui sundulan kepala dari jarak dekat.

Hasil tersebut juga membuat Brasil selalu mencatat kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir secara berturut-turut sejak ditukangi pelatih Tite alias Adenor Leonardo Bacchi yang menggantikan Carlos ‘Dunga’ Caetano Bledorn Verri pada Juni tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

timnas brasil timnas kolombia Tragedi Chapecoense

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top