Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PIALA DUNIA 2014: FIFA Denda Argentina Rp3,78 Miliar

Komisi Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 300.000 Swiss franc (Rp3,78 miliar) kepada tim Argentina karena dinilai melanggar aturan setelah tiga kali tidak menghadiri konferensi pers.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 11 Juli 2014  |  12:20 WIB
 Timnas Argentina
Timnas Argentina

Bisnis.com, JAKARTA—Komisi Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 300.000 Swiss franc (Rp3,78 miliar) kepada tim Argentina karena dinilai melanggar aturan setelah tiga kali tidak menghadiri konferensi pers.

Menurut situs berita pulse.ng, pelanggaran itu dilakukan secara sengaja sejak hari pertama pertandingan tim negara itu melawan Nigeria. Sesuai aturan, seharusnya setiap kali menjelang pertandingan pelatih dan pemain memberikan keterangan kepada wartawan. Dalam pernyataan FIFA, Argentina hanya diwakili pelatihnya Alejandro Sabella dalam konferensi pers.

"Pemrosesan atas tindak pelanggaran disiplin dilakukan setelah Argentina hanya menghadirkan pelatih dalam tiga kali konferensi pers. Seharusnya yang hadir selain pelatih adalah minimal seorang pemain,” menurut dokumen yang dikeluarkan FIFA sebagaimana dikutip, Jumat (11/7/2014).

Setelah menganalisa elemen yang diperlukan, Komite Disiplin FIFA menyatakan Argentina bersalah melanggar pasal 4.1 dan 4.2 dari regulasi Piala Dunia FIFA 2014, menurut dokumen itu. Namun demikian, Argentina belum mengonfirmasi alasan mereka tidak memunculkan satu pun pemainnya dalam konferensi pers.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

argentina argentina piala dunia 2014

Sumber : Newswire

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top