Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fabian Ruiz, Sinar Terang Pemuda Villafranca

Paket komplet. Istilah itu mungkin pas disematkan pada gelandang Napoli, Fabian Ruiz.
Chrisna Chaniscara
Chrisna Chaniscara - Bisnis.com 02 Juli 2019  |  09:38 WIB
Geandang Napoli Fabian Ruiz Pena. - Reuters/Jennifer Lorenzini
Geandang Napoli Fabian Ruiz Pena. - Reuters/Jennifer Lorenzini

Bisnis.com, SURAKARTA — Paket komplet. Istilah itu mungkin pas disematkan pada gelandang Napoli, Fabian Ruiz.

Sebagai gelandang tengah, Ruiz dianugerahi tekel mumpuni untuk memotong serangan lawan sebelum menembus pertahanan. Di waktu yang sama, pemain 23 tahun itu punya kemampuan melepas umpan kunci sekaligus mencetak gol bagi Partenopei. Torehan tujuh gol dan empat assist musim lalu menjadi bukti keandalan Ruiz bukan isapan jempol.

Setelah berhasil menjadi suksesor Marek Hamsik di Partenopei, pemuda kelahiran Villafranca itu giliran membuktikan diri di Timnas Spanyol. Eks pemain Real Betis itu berhasil membawa La Furia Rojita menjuarai Piala Eropa U-21 dengan mengalahkan Jerman 2-1 di Friuli, Italia, Senin (1/7) dini hari WIB.

Ruiz bahkan turut mencetak gol untuk mengantar Spanyol meraih gelar kelimanya di Piala Eropa U-21 2019. Sang gelandang pun ditetapkan sebagai pemain terbaik menyusul performa konsistennya sejak awal turnamen. Total dia mengemas dua gol dan dua assist di Piala Eropa U-21 edisi kali ini.

“Saya senang sekali bisa memenangi penghargaan ini, tapi yang terpenting adalah gelar juara," ujar Ruiz seperti dilansir Sportskeeda, Senin.

Performa cemerlang eks pemain Real Betis itu kontan membuatnya banyak dilirik tim papan atas Eropa. Real Madrid bahkan disebut siap menggelontorkan dana 70 juta euro (Rp1,12 triliun) untuk memboyong sang gelandang.

Ruiz dianggap sebagai opsi pas apabila Madrid gagal mendatangkan Paul Pogba. Namun Napoli dan sang pemain kabarnya telah menolak rencana pembelian tersebut. Ruiz sendiri tampak nyaman di San Paolo. Di klubnya sekarang, dia memiliki Carlo Ancelotti, sosok pelatih yang menjadi inspirasinya untuk tampil lebih baik setiap waktu.

“Dia memberikan saya kepercayaan diri, sesuatu yang penting dan sangat dibutuhkan untuk semua pemain dalam kariernya,” ujar Ruiz seusai laga final.

Ruiz membuka keunggulan Spanyol ketika pertandingan baru berjalan pada menit 7. Sepakan melengkungnya dari luar kotak penalti melaju deras ke pojok kanan bawah gawang Jerman yang dijaga Alexandre Nubel.

Gol kedua pun diawali dari tendangan keras Ruis yang ditepis tak sempurna oleh Nubel. Bola muntahan disambar Dani Olmo yang menggandakan keunggulan La Rojita di menit ke-69. Jerman hanya bisa memperkecil ketertinggalan via Nadiem Amiri dua menit jelang bubaran.

Enam tahun lalu, Spanyol juga menjuarai kompetisi dua tahunan ini dengan skuat macam David de Gea, Isco Alarcon dan Alvaro Morata. Menurut jurnalis The Guardian, Ben Fisher, generasi kali ini yang diperkuat Jesus Vallejo, Dani Ceballos, Fabian Ruiz hingga Carlos Soler lebih berkelas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Napoli
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top