Uji Coba Copa America, Venezuela Hampir Permalukan Ekuador

Timnas Venezuela memberi sinyal kepada lawan-lawannya bahwa mereka tidak pantas diremehkan di ajang Copa America 2019 yang segera dimulai pada 14 Juni di Brasil.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 02 Juni 2019  |  14:51 WIB
Uji Coba Copa America, Venezuela Hampir Permalukan Ekuador
Pelatuh Venezuela Rafael Dudamel - Reuters/Andres Stapff

Bisnis.com, JAKARTA – Timnas Venezuela memberi sinyal kepada lawan-lawannya bahwa mereka tidak pantas diremehkan di ajang Copa America 2019 yang segera dimulai pada 14 Juni di Brasil.

Venezuela, satu-satunya anggota Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) yang belum pernah lolos ke putaran final Piala Dunia, berhasil menahan imbang Ekuador dengan skor 1 - 1.

Dalam pertandingan uji coba Copa America di Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (2/6/2019), tim asuhan Rafael Dudamel tersebut bahkan hampir menuai kemenangan atas Ekuador, yang telah tiga kali lolos ke putaran final Piala Dunia.

Venezuela membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Roberto Rosales 8 menit menjelang rehat, tetapi kemenangan mereka akhirnya lepas setelah Ekuador melesakkan gol balasan ketika pertandingan babak kedua telah memasuki waktu tambahan.

Kiper Ekuador Alexander Dominguez sudah tepat menebak arah bola yang dilepas Rosales mendatar ke sudut kanan bawah dan bola sempat disentuhnya, tetapi laju bola terlalu deras untuk dibelokkan ke luar bidang gawang.

Wasit Keylor Herrera menetapkan penalti untuk keuntungan Venezuela setelah pemain Ekuador Jose Alfredo Quinteros handball di area terlarang.

Ekuador mencetak gol balasan di ujung laga lewat Enner Valencia. Menerima umpan terobosan dari lapangan tengah yang dilepas Eduard Preciado, Valencia melesat cepat hingga kotak penalti. Meski dibayangi dua pemain Venezuela, dia mampu melepas tendangan mendatar terukur ke sudut kiri bawah gawang untuk mengelabui kiper Rafael Romo yang maju unntuk mempersempit ruang tembak.

Di Copa America 2019, Venezuela berada di Grup A bersama Bolivia, Peru, dan tuan rumah Brasil, sedangkan Ekuador di Grup C bersama Uruguay, Cile, dan Jepang, runner up Piala Asia 2019, yang hadir sebagai tim undangan.

Venezuela masih akan menjalani satu pertandingan uji coba sebelum bertempur di Copa America yakni melawan Meksiko dan Amerika Serikat, sedangkan Ekuador, yang ditangani pelatih Hernan Dario Gomez, akan satu kali lagi beruji coba melawan Meksiko. Sila klik di sini untuk mengetahui jadwal lengkap uji coba internasional.

Prestasi terbaik Venezuela dan Ekuador di Copa America adalah peringkat keempat. Ekuador meraihnya pada 1959 dan 1993, keduanya saat menjadi tuan rumah, sedangkan Venezuela mendapatkannya pada edisi 2011 di Argentina.

Uruguay paling sering menjuarai Copa America yaitu 15 kali, satu lebih banyak daripada Argentina. Sedangkan juara lima kali Piala Dunia Brasil ‘hanya’ 8 kali tampil sebagai juara.

Cile meraih trofi Copa America dua kali yakni pada dua perhelatan terakhir pada 2015 dan 2016. Jumlah itu sama dengan Peru yang tampil sebagai kampiun pada 1939 dan 1975. Tim lain yang pernah merasakan nikmatnya juara Copa America adalah Bolivia pada 1963 dan Kolombia pada 2001, keduanya saat menjadi tuan rumah.

Copa America tercatat sebagai turnamen antarnegara paling tua di dunia, digelar pertama kali pada 1916 di Argentina dengan Uruguay menjadi juara. Saat itu turnamen tersebut hanya diikuti empat tim. Dua tim lainnya adalah Brasil dan Cile.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
timnas venezuela, copa america, Timnas Ekuador

Sumber : Miami Herald

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup