Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Kekecewaan Besar Jika Leicester Gagal ke Liga Champions

Pelatih Leicester City Brendan Rodgers mengatakan akan ada kekecewaan besar jika tim asuhannya gagal finis di empat besar klasemen Liga Primer Inggris sehingga gagal meraih tiketl Liga Vhampions Eropa musim depan.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 26 Juli 2020  |  16:06 WIB
Pelatih Leicester City Brendan Rodgers/Reuters - Phil Noble
Pelatih Leicester City Brendan Rodgers/Reuters - Phil Noble

Bisnis.com, JAKARTA – Akan ada kekecewaan besar untuk Leicester City jika gagal finis di empat besar Liga Primer Inggris musim ini sehingga keluar dari zona tiket Liga Champions Eropa musim depan, kata pelatih asal Irlandia Utara, Brendan Rodgers.

Si Rubah berada di urutan kelima klasemen sementara memasuki matchday terakhir Liga Primer musim ini pada Minggu (26/7/2020) malam WIB menjamu peringkat ketiga Manchester United.

Jika Leicester menang, mereka memastikan lolos ke fase grup Liga Champions, sedangkan United hanya perlu seri untuk bertarung di kompetisi antarklub Eropa tersebut.

Pada Desember 2019 Leicester masih menempati urutan kedua dan menjadi penantang terdekat untuk pemimpin klasemen Liverpool yang kemudian tampil sebagai juara. Pada Januari lalu Leicester masih unggul unggul 14 poin dari United.

Rodgers, mantan pelatih Liverpool dan mengantar tim itu finis sebagai runner-up Liga Primer musim 2013–2014, mengakui masih ada perbaikan besar yang harus dilakukan Leicester City.

Leicester belum pernah finis di posisi empat besar sejak mereka secara sangat mengejutkan menjuara Liga Primer Inggris musim 2015–2016 di bawah arahan pelatih asal Italia Claudio Ranieri.

Jika mereka kalah dari United, mereka sudah dipastikan lolos di enam besar yang diganjar tiket Liga Europa, kompetisi antarklub Benua Biru level kedua setelah Liga Champions.

Menjelang laga kontra United, masalah besar justru terdapat di internal Leicester City sendiri, karena mereka hanya mendapat 9 poin dari delapan pertandingan sejak kompetisi dimulai kembali pada Juni setelah dihentikan selama 3 bulan akibat pandemi virus corona.

Masalah lain ialah mereka harus tanpa tiga pemain kunci, dengan bek kiri Ben Chilwell dan gelandang James Maddison cedera, sedangkan bek Caglar Soyuncu menjalani skorsing akumulasi kartu.

Sebaliknya United memasuki lapangan Stadion King Power dengan bekal 13 pertandingan tidak terkalahkan sejak 22 Januari 2020, ketika mereka takluk 0–2 di kandang sendiri dari Burnley.

Dalam pertemuan pertamas di Stadion Old Trafford pada pertengahan September tahun lalu, United mencatat kemenangan dengan skor tipis 1–0 berkat gol penalti Marcus Rashford pada menit ke-8.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Inggris manchester united leicester city

Sumber : BBC

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top