Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FINAL LIGA EUROPA : Suporter Kesulitan Menuju Baku, Chelsea Tolak Saran Panitia

Laga final Liga Europa yang akan mempertemukan dua klub London Inggris, Chelsea dan Arsenal tinggal menyisakan 3 hari lagi. Namun akomodasi perjalanan suporter masih jadi kendala.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 26 Mei 2019  |  15:28 WIB
Pertemuan Chelsea vs Arsenal musim lalu - Reuters
Pertemuan Chelsea vs Arsenal musim lalu - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Laga final Liga Europa yang akan mempertemukan dua klub London Inggris, Chelsea dan Arsenal tinggal menyisakan 3 hari lagi. Namun akomodasi perjalanan suporter masih jadi kendala.

Final Liga Europa 2019 akan berlangsung di Baku Olympic Stadium, Baku, Azerbaijan pada Kamis (30/5/2019) dini hari WIB. Lokasi final yang berada jauh dari kota asal klub tersebut dikeluhkan oleh para suporter.

Untuk menuju pertandingan final Liga Europa, suporter Chelsea maupun Arsenal harus menempuh perjalanan 2.500 mil dari London menuju Baku. Selain itu, jadwal penerbangan mendekati laga final menuju Baku sangat terbatas. Moda transportasi di kota tersebut juga menjadi masalah.

Panitia lokal menyarankan agar suporter dari London terbang menuju Tbilisi Georgia, negara tetangga Azerbaijan. Dari kota Tbilisi, kemudian melanjutkan perjalanan ke Baku sejauh 580 kilometer menggunakan kereta yang bisa ditempuh selama 12 jam.

Chelsea menolak tawaran dari panitia lokal tersebut sebagai pilihan untuk mengakomodasi suporter. Faktor keamanan dari Tbilisi ke Baku yang menjadi alasan klub. 

"Ini bukan menjadi pilihan klub untuk akomodasi," kata pihak klub Chelsea dikutip dari BBC, Minggu (26/5/2019).

Meski demikian, Chelsea memberi apresiasi kepada panitia lokal dalam membantu suporter untuk bisa datang dalam pertandingan final Liga Europa di Baku.

Sebenarnya Chelsea telah bekerja sama dengan Arsenal bersama perusahaan travel Thomas Cook Sport untuk membantu suporter menuju Azerbaijan.

"Sayangnya, banyak faktor di luar kendali klub yang sangat rumit untuk mengorganisir suporter. Ini termasuk persoalan lokasi final yang berjarak 2.500 mil dari London, kurangnya pesawat carter, terbatasnya infrastruktur transportasi dan terbatasnya penerbangan mendekati putaran final."

Jalan keluar dari persoalan tersebut adalah menambah pesawat carter untuk membawa suporter dari London ke Baku.

Dengan sulitnya akses menuju Baku ini berimbas pada harga jual tiket final Liga Europa kepada suproter dari London. Chelsea dan Arsenal mendapatkan alokasi 6.000 tiket di putaran final Liga Europa, atau masing-masing dapat 3.000 tiket. Arsenal baru berhasil menjual separuh dari 3.000 tiket. Sedangkan tiket Chelsea yang sudah terjual tidak jauh beda dengan Arsenal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chelsea arsenal liga europa uefa

Sumber : BBC

Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top