Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PERU VS BOLIVIA: Ini 4 Alasan Los Incas Lebih Pantas Dijagokan

Peru akan meladeni Bolivia dalam pertandingan perempat final Copa America 2015 di Chile. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (26/6/2015) mulai pk. 06:30 WIB di Stadion German Becker di Kota Temuco dan akan dipimpin wasit Wilmar Roldan dari Kolombia.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 25 Juni 2015  |  23:58 WIB
PERU VS BOLIVIA: Ini 4 Alasan Los Incas Lebih Pantas Dijagokan
Pelatih Bolivia Mauricio Soria - Reuters/Ivan Alvarado

Bisnis.com, JAKARTA - Peru akan meladeni Bolivia dalam pertandingan perempat final Copa America 2015 di Chile. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (26/6/2015) mulai pk. 06:30 WIB di Stadion German Becker di Kota Temuco dan akan dipimpin wasit Wilmar Roldan dari Kolombia.

Menjelang pertandingan yang akan disiarkan secara langsung oleh Kompas TV dan K-Vision tersebut, wajar apabila Los Incas, julukan Peru, lebih diunggulkan dibandingkan dengan La Verde (Si Hijau), julukan Timnas Bolivia.

Ada setidaknya empat alasan mengapa skuat asuhan pelatih Ricardo Gareca itu lebih pantas diunggulkan sebagai pemenang ketimbang Bolivia, yang diasuh oleh pelatih lokal Maurico Soria.

Pertama, ranking FIFA Peru yang jauh lebih baik ketimbang Bolivia. Peru menempati posisi ke 61 FIFA atau ke-7 khusus di antara negara-negara Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol), sedangkan Bolivia peringkat 89 FIFA atau terakhir di antara 10 negara anggota Conmebol.

Memang ranking FIFA ini tidak selalu tepat untuk mencerminkan kekuatan sesungguhnya, Tapi, bagaimana pun, ini layak tetap ditempatkan sebagai gambaran secara kasar mengenai perbandingan kekuatan kedua tim.

Alasan kedua, perbandingan kualitas pemain yang jelas menunjukkan Peru jauh lebih unggul daripada Bolivia. Di lini belakang ada Carlos Zambrano (Eintracht Frankfurt, Jerman) dan Luis Advincula (Vitoria Setubal, Portugal).

Lapangan tengah diisi oleh Juan Manuel Vargas (Fiorentina, Italia) dan Paulo Hurtado (Pacos de Ferreira, Portugal). Yang paling mentereng ialah di lini depan yang diisi trio sarat pengalaman Paolo Guerrero (Flamengo, Brasil), Claudio Pizarro (Bayern Munchen, Jerman), dan Jefferson Farfan (Schalke).

Bandingkan dengan skuat Bolivia. Hanya ada satu pemain yang merumput bersama klub Eropa yakni gelandang Sebastian Gamarra yang baru saja direkrut klub Serie A AC Milan dari tim Serie B Brescia.

Alasan ketiga yang membuat Peru lebih layak diunggulkan ialah pengalaman kedua pelatih. Gareca, yang menukangi Peru, adalah mantan ujung tombak Timnas Argentina dengan 20 caps dengan catatan 5 gol sepanjang 1981-1986.

Karier kepelatihannya pun merupakan deretan panjang nama-nama klub di Brasil, Kolombia, Peru, dan tentu saja di negaranya sendiri, Argentina, sebelum dipercaya menangani Timnas Peru sejak Februari 2015.

Bandingkan dengan Mauricio Soria, pelatih Timnas Bolivia. Soria juga mantan skuat timnas negaranya. Dia punya caps 21 laga sebagai penjaga gawang Timnas Bolovia. Namun dari sisi kariernya sebagai pelatih dia hanya melatih lima klub lokal sebelum dipercaya menukangi Timnas Bolivia sejak tahun lalu.

Keempat, hasil di fase grup dan trennya kedua tim jauh berbeda. Di Grup C, Brasil harus menunggu hingga menit terakhir injury time untuk bisa mengatasi Peru 2-1. Peru juga menahan Kolombia 0-0 dan menang 1-0 atas Venezuela. Ranking FIFA Brasil dan Kolombia jauh lebih baik daripada Peru.

Sementara di Grup A, Bolivia memulai turnamen dengan hasil bagus berupa kemenangan atas Ekuador 2-0, tetapi kemudian trennya menurun dengan imbang tanpa gol versus Meksiko, dan dibantai 0-5 oleh tuan rumah Chile pada laga terakhir fase grup.

Jelas terlihat bahwa tren kinerja Peru naik, sebaliknya tren Bolivia justru jeblok, meskipun Soria beralasan kekalahan 0-5 dari Chile lebih disebabkan keputusannya menurunkan pemain lapis kedua karena telah dipastikan lolos ke 8 besar.

Empat alasan itu membuat Peru pantas diunggulkan untuk menundukkan Bolivia. Namun, Bolivia tetap punya harapan untuk membungkam Peru dan membalikkan prediksi, mengingat dalam tujuh pertemuan terakhir Bolivia sedikit lebih unggul dibandingkan dengan Peru.

Bolivia memenangi dua laga dari tujuh pertemuan terakhir, sementara Peru hanya bisa menang satu kali. Empat pertandingan lainnya berakhir imbang.

Head to head berdasarkan data Soccerway:

16/10/2013   Peru 1 vs Bolivia 1 (Pra-Piala Dunia 2014)

13/10/2012   Bolivia 1 vs Peru 1 (Pra-Piala Dunia 2014)

06/09/2011   Bolivia 0 vs Peru 0 (Persahabatan)

03/09/2011   Peru 2 vs Bolivia 2 (Persahabatan)

15/10/2009   Peru 1 vs Bolivia 0 (Pra-Piala Dunia 2010)

12/10/2008   Bolivia 3 vs Peru 0 (Pra-Piala Dunia 2010)

07/02/2008   Bolivia 2 vs Peru 1 (Persahabatan).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

copa america Timnas Peru Timnas Bolivia
Editor : M. Syahran W. Lubis

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top