Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mantang Bintang Romario Pimpin Penyelidikan Pejabat Sepak Bola Brasil

Brasil memulai proses investigasi terhadap pejabat-pejabat federasi sepak bola negara tersebut, Confederao Brasileira de Futebol (CBF) dengan dipimpin oleh mantan bintang Tim Samba masa lalu, Romario Faria.
Romario Faria/Reuters-Adriano Machado
Romario Faria/Reuters-Adriano Machado

Bisnis.com, JAKARTA - Brasil memulai proses investigasi terhadap pejabat-pejabat federasi sepak bola negara tersebut, Confederação Brasileira de Futebol (CBF) dengan dipimpin oleh mantan bintang Tim Samba masa lalu, Romario Faria.

Langkah yang dipimpin oleh pemain kunci saat Brasil menjuarai Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat tersebut dilakukan menyusul penangkapan tujuh pejabat FIFA di Zurich, Swiss, atas perintah AS terkait dengan dugaann suap atau korupsi yang berhubungan dengan turnamen di Amerika Latin.

Romario kinin menjadi anggota Senat parlemen Brasil. Dia membuka secara resmi penyelidikan terhadap dugaan kontrak-kontrak sepak bola dengan CBF.

"Tak ada alternatif lain. Pilihannya adalah apakah orang-orang ini semua masuk penjara atau mereka terus mengisap darah sepak bola Brasil sampai tetes terakhir," kata Romario yang sejak lama dikenal sebagai pengkritik utama korupsi dalam sepak bola.

Jaksa Agung Jose Eduardo Cardozo memerintahkan polisi federal menyelidiki apakah dugaan korupsi FIFA yang berbasis di Zurich berlaku juga di Brasil.

Para pejabat dan eksekutif Brasil adalah di antara yang masuk dakwaan yang dikeluarkan Kejaksaan Agung Amerika Serikat yang mengumumkan 14 tersangka kejahatan penyuapan, pencucian uang, dan jual beli suara.

Mantan Presiden CBF Jose Maria Marin adalah di antara yang ditangkap dan ditahan Rabu lalu, sedangkan Jose Hawilla, orang Brasil yang mendirikan perusahaan pemasaran olah raga Traffic Group, menjadi tersangka yang dinyatakan bersalah atas tuduhan korupsi yang dilayangkan AS.

Para penegak hukum Brasil mengatakan mereka tengah bekerjasama dengan Kejaksaan Agung AS. Romario berhasil mengumpulkan tanda tangan dari para kolega untuk penyelidikan parlemen atas dugaan kontak yang ditandatangani CBF semasa kepemimpinan Marin dan penggantinya Ricardo Teixeira.

Romario yang menyebut Piala Dunia 2014 "perampokan terbesar dalam sejarah Brasil" mengelu-elukan langkah AS dan berharap menyaksikan Teixeira juga ditangkap.

Penyelidikan kongres 14 tahun silam berusaha menyelidiki dugaan suap yang dibayarkan kepada para pejabat sepak bola Brasil selama kepemimpinan Teixeira menyangkut kontrak senilai 369 juta dolar AS dan berdurasi 10 tahun antara Nike Inc dan CBF.

Namun penyelidikan ini tak berujung pada langkah hukum para jaksa setelah Nike membantah melakukan pelanggaran.

Kekecewaan Brasil begitu besar, terutama setelah tim nasional mereka dibantai 1-7 oleh Jerman pada Piala Dunia di kandangnya sendiri tahun lalu.

Liga sepak bola domestik Brasil kini dilanda masalah keuangan dan kualitas bermain yang rendah.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Antara/Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper