Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Chelsea Tak Akan Gusur Frank Lampard di Pertengahan Musim Kompetisi

Chelsea terus menuai hasil buruk di ajang Liga Primer Inggris. Namun, hal itu diyakini tidak membuat pelatih Frank Lampard dilengserkan pada pertengahan musim.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  22:49 WIB
Pelatih Chelsea Frank Lampard/Reuters - Eddie Keogh
Pelatih Chelsea Frank Lampard/Reuters - Eddie Keogh

Bisnis.com, JAKARTA – Chelsea memilih untuk tidak menunjuk pelatih sementara pada pertengahan musim kompetisi, sehingga berpotensi memberi Frank Lampard lebih banyak waktu untuk mencoba dan membalikkan keadaan buruk saat ini.

Pelatih berusia 42 tahun itu disebut-sebut menghadapi kenyataan bahwa pekerjaannya berada di bawah ancaman serius dalam beberapa pekan terakhir, karena hasil pertandingan kontra Leicester City menjadikan The Blues menelan lima kekalahan dalam delapan pertandingan di Liga Primer.

Klub tetap sadar akan status Lampard sebagai ikon, dan ingin memberinya kesempatan yang adil, sebagai bagian dari pandangan umum jangka panjang.

Meski ada kesadaran bahwa mereka harus bertindak tegas jika hasil ini terus berlanjut, Chelsea lebih memilih menggantikan Lampard ketika ada kandidat yang diinginkan siap untuk mengambil pekerjaan itu. Mereka tidak ingin masalah jangka pendek justru datang dengan kehadiran pelatih sementara.

Masih ada harapan bahwa Lampard dapat meningkatkan tim dan membawa kebangkitan, hal seruipa dialami Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United dan Mikel Arteta di Arsenal setelah tampaknya keduanya bakal gagal.

Namun, Chelsea diketahui telah memiliki rencana calon penerus Lampard. Julian Nagelsmann, pelatih termuda sepanjang sejarah Bundesliga yang sekarang membawa RB Leipzig di posisi kedua klasemen kompetisi teratas Jerman, akan menjadi pilihan yang mereka sukai, karena catatan prestasinya sendiri, serta hubungannya dengan Timo Werner, yang diboyong dari Leipzig pada Juni 2020.

Jerman telah membuktikan sumber inovasi terbaru dalam sepak bola, dan Nagelsmann memperlihatkan kualitasnya yang membedakan dirinya dari pelatih kebanyakan.

Thomas Tuchel, yang dipecat Paris Saint-Germain akhir bulan lalu, menjadi pilihan kedua, selain Massimiliano Allegri—mantan pelatih AC Milan dan Juventus—sebagai kandidat ketiga.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chelsea Liga Inggris

Sumber : Independent

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top