Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penasihat Medis UEFA Pastikan Euro 2020 Digelar Juni 2021

Penasihat medis UEFA untuk Euro 2020 Daniel Koch menyatakan tidak ada alasan turnamen antarnegera Eropa tersebut ditunda lagi. Turnamen itu telah mengalami penundaan selama setahun akibat pandemi Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  13:15 WIB
Markas Union of European Football Associations (UEFA) di Nyon, Swiss. - UEFA.com
Markas Union of European Football Associations (UEFA) di Nyon, Swiss. - UEFA.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Covid-19 Union of European Football Associations (UEFA) memastikan Piala Eropa (Euro) 2020 yang diundur ke Juni tahun ini tidak akan dibatalkan atau ditunda, bahkan diperbolehkan untuk ditonton langsung di stadion.

Turnamen itu ditunda tahun lalu karena pandemi virus Covid-19 yang kemudian dijadwal ulang ke 11 Juni sampai 11 Juli tahun ini.

"Tidak ada alasan Euro tidak digelar, pasti digelar. Tidak ada skenario terburuk, yang ada skenario yang realistis dan skenario terbaik," kata Daniel Koch, penasihat medis UEFA untuk Euro 2020.

Koch menyatakan UEFA akan mengeluarkan keputusan awal pada April nanti mengenai venue dan kapasitas penonton setelah berkonsultasi dengan 12 negara penyelenggara.

Dia menyatakan UEFA, yang bermarkas di Nyon, Swiss, akan menambah jumlah kapasitas penonton jika situasinya memungkinkan.

"Saya kira akan ada banyak keleluasaan paling tidak sampai akhir April. Keputusan sudah harus dibuat awal April," kata Koch.

UEFA telah meminta 12 negara penyelenggara untuk membeberkan rencana masuk ke stadion dan masalah-masalah lainnya.

Badan sepak bola Eropa itu tahun lalu sudah menggarisbawahi empat skenario operasional, yakni stadion kapasitas penuh, 50-100 persen dari kapasitas atau 20-30 persen dari kapasitas, dan pertandingan diadakan dalam stadion tertutup tanpa penonton.

Saat ditanya mengenai kemungkinan persentase kapasitas stadion yang dibolehkan untuk setiap venue, Koch menjawab, "Saya kira itu jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Pada musim gugur sejumlah negara ada di 30 persen, saya kira mungkin saja lebih dari 30 persen."

"Memang amat sangat sulit diperkirakan. Ini bukan hanya memperkirakan pandemi, tapi juga memperkirakan politik. Kami bekerja keras dengan cara baik yang optimistis, tetapi berapa banyak yang mungkin, kami belum tahu," tuturnya.

Kota-kota penyelenggara Euro 2020 adalah Glasgow, Dublin, Bilbao, Amsterdam, Kopenhagen, Muenchen, Roma, St Petersburg, Bukares, Budapest, dan Baku, sedangkan semifinal dan final digelar di Stadion Wembley, London, Inggris.

Koch tidak mengesampingkan kemungkinan penonton luar negeri diperbolehkan menonton langsung pertandingan Euro 2020.

"Masih terlalu dini untuk disebutkan. Kami akan mencermati situasinya dan apa syarat yang diajukan negara-negara berbeda tapi saya harap paling tidak sejumlah perjalanan bisa dimungkinkan," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

liga europa uefa Euro 2020

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top