Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sambut Piala Dunia U-20, Kawasan Stadion Manahan Mulai Dibenahi

Menyinggung soal anggaran yang dibutuhkan untuk membangun lima lapangan untuk mendukung latihan tim peserta Piala Dunia U-20 di Solo, kata Rudyatmo, tidak mengetahui secara pasti karena domain pemerintah pusat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 September 2020  |  22:47 WIB
Stadion Manahan - Antara/Akbar Nugroho Gumay
Stadion Manahan - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah mulai melakukan penataan kawasan Stadion Manahan sebagai persiapan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan.

"Stadion Manahan Solo yang akan digunakan pertandingan sepak bola internasional Piala Dunia U-20 sudah siap, dan sudah sesuai standar FIFA," kata Wali Kota Surakarta F.X.Hadi Rudyatmo, di Solo, Jumat (25/9/2020).

Namun, kata Rudyatmo, Stadion Manahan Solo masih akan ditambah lagi kekuatan lampu penerangan lapangan dan semuanya sudah disiapkan.

"Lampu penerangan dan tiket boks di Stadion Manahan Solo, masih menunggu dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara teknisnya," kata Rudyatmo.

Rudyatmo mengatakan Pemkot Surakarta sebagai pendampingan persiapan Piala Dunia di Solo, melaksanakan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) di kawasan stadion. Sedangkan, program besar tangani dari pusat melalui Kementerian PUPR.

Selain itu, Pemkot Surakarta juga menyiapkan lima lapangan pendukung untuk latihan tim peserta Piala Dunia dan tinggal pelaksanaan perbaikan. Kelima lapangan itu, yakni Stadion Sriwedari, Kotabarat, Banyuanyar, Karangasem, dan Lapangan Sriwaru.

Untuk pelaksanaan pembangunan, kata dia, semuanya dari Kementerian PUPR, sedangkan Pemkot Surakarta hanya memberikan keterangan status lapangan bukan tanah sengketa saja.

"Kami pendampingan soal UKL dan UPL di kawasan Stadion Manahan Solo yang sekarang harus steril dari pedagang kaki lima (PKL)," kata Rudyatmo.

Menyinggung soal anggaran yang dibutuhkan untuk membangun lima lapangan untuk mendukung latihan tim peserta Piala Dunia U-20 di Solo, kata Rudyatmo, tidak mengetahui secara pasti karena domain pemerintah pusat.

Menyinggung soal PKL yang ada di kawasan Stadion Manahan Solo, Rudyatmo mengatakan stadion radius satu kilometer harus dibersihkan dari pedagang.

Namun, pihaknya akan melihat bagaimana aturan FIFA terkait kawasan venue pertandingan harus bersih atau tidak ada aktivitas pedagang. Jika aturan FIFA kawasan bersih tentunya PKL harus dibongkar seluruhnya.

"Kami baru akan bertemu dengan PSSI dalam waktu dekat ini, untuk mengetahui dan menjelaskan persiapan Piala Dunia U-20 di Solo," kata Rudyatmo.

Pemkot Surakarta juga sudah menyediakan lokasi di Galabo, Gladak, Solo sebagai tempat relokasi ratusan PKL yang menempati di Selter Manahan Solo. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

piala dunia u-20

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top