Liga Champions Ajax vs Tottenham : Pembuktian 'Titisan' Pep Guardiola

Di kancah Liga Champions—dulu bernama Piala Champions— Ajax sudah meraih empat gelar juara yakni pada 1971, 1972, 1973, dan 1995, serta dua kali posisi runner up pada 1960 dan 1996.
Stefanus Arief Setiaji | 08 Mei 2019 19:13 WIB
Erik ten Hag. - Goal.com

Bisnis.com, JAKARTA — Partai semifinal Liga Champions 2019 putaran kedua mempertemukan tuan rumah Ajax Amsterdam melawan tamunya asal daratan Inggris, Tottenham Hotspurs.

Ajax mengantongi modal berharga dengan kemenangan 1-0 saat melawat ke kandang Spurs.

Bermain di Amsterdam Arena, Ajax tentu punya semangat berlipat bisa mengulang sukses menembus final seperti yang pernah dilakukan 23 tahun lalu.

Di kancah Liga Champions—dulu bernama Piala Champions— Ajax sudah meraih empat gelar juara yakni pada 1971, 1972, 1973, dan 1995, serta dua kali posisi runner up pada 1960 dan 1996.

Keberhasilan Ajax hingga menembus babak semifinal di musim 2019, menyerupai peristiwa pada 1995. Kala itu, Ajax diperkuat barisan pemain muda mampu mengalahkan tim favorit juara AC Milan lewat gol tunggal Patrick Kluivert.

Barisan pemain muda juga menjadi kekuatan Ajax kali ini, bersama sang arsitek Erik ten Hag Siapa Erik ten Hag?

Erik ten Hag merupakan pelatih kelahiran Haaksbergen pada 1970. Pada 2012, dia menerima tawaran melatih klub Go Ahead Eagles, klub Divisi I di Belanda yang dimiliki oleh mantan pemain timnas, Marc Overmars.

Selepas menukangi Go Ahead, Ten Hag menyeberang ke Bayern Muenchen sebagai arsitek Bayern Munchen B selama musim 2013—2105.

Pada periode itu, tim Bayern Muenchen utama ditangani oleh Joseph ‘Pep’ Guardiola. Sebagai pelatih Tim B, tentu Ten Hag sering bertemu dengan Guardiola dan menimba langsung ilmu kepelatihan dari Guardiola yang kini menangani Manchester City.

“Kemiripan [permainan] manajer Ajax Erik ten Hag dengan Pep Guardiola tidak terlalu dalam. Mereka berbagi filosofi karena sebagian di antaranya dibentuk dari kerja sama selama 2 tahun di Muenchen,” dikutip dari Daily Mail.

Ketika dipercaya menjadi pelatih Ajax, Ten Hag mengingat betul bagaimana filosofi permainan yang diterapkan Guardiola.

Ten hag mengakui selama interaksinya dengan Pep di Muenchen, cukup berarti memengaruhi permainan Ajax yang ditanganinya saat ini.

"Permainan menyerang terstrukturnya [Guardiola] sangat menarik dan saya bertujuan untuk mengimplementasikan ini di Ajax," kata Ten Hag dikutip dari AS.

Secara terbuka, Ten Hag menyebut sosok Guardiola sebagai inovator dan inspirasinya dalam mendampingi sebuah tim sepak bola.

Mungkin, rekor Ten Hag memang belum sementereng Guardiola yang sudah mengantarkan sejumlah klub papan atas seperti Barcelona meraih kasta tertinggi sepak bola Eropa seperti Liga Champions.

Pembuktian Ten Hag paling ditunggu di semifinal putaran kedua melawan Spurs dini hari nanti. Jika mampu meloloskan Ajax ke babak final, bisa jadi anggapan bahwa dirinya ‘titisan’ Guardiola, benar adanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
liga champions, ajax

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup