Kinerja Alisson dan Liverpool Merosot, ini Penyebabnya

Kinerja Alisson dan Liverpool merosot pada lima pertandingan pertama tahun ini. Manchester City pun siap menyalip The Reds jika kembali mendapatkan hasil yang tidak optimal.
Ahmad Rifai | 06 Februari 2019 14:14 WIB
Kiper Liverpool Alisson Becker - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Alisson Becker mencatatkan kinerja yang kurang baik sepanjang awal 2019. Hasil itu berbanding terbalik dengan lima pertandingan pertama kiper Liverpool itu di awal musim ini. Ada apa dengan Alisson dan Liverpool?

Pada lima pertandingan awal musim ini, Alisson mencatat clean sheet 60% atau hanya kejebolan 2 gol. Rasio kejebolan Alisson pun hanya 0,4 kali per pertandingan.  

Liverpool pun mencatatkan kemenangan pada lima pertandingan pertama bersama kiper asal Brasil tersebut.

Namun, sang kiper dan klubnya seolah tidak beruntung sepanjang awal tahun ini. Alisson justru mencatatkan kenaikan pada rasio kejebolannya.

Pada lima pertandingan pertama tahun ini, Alisson mencatat rasio kejebolan sebesar 1,6 kali per pertandingan. Berarti, kiper Liverpool itu hampir selalu kejebolan minimal 1 gol setiap pertandingannya.

Hasil yang diperoleh Liverpool sepanjang awal 2019 pun tidak begitu baik. The Reds hanya mencatat 2 kemenangan dari total 5 pertandingan, sisanya 2 kali seri dan 1 kali kalah.

Liverpool kalah dari Manchester City 1-2 pada pertandingan pertama tahun ini. Lalu, harus bermain seri dengan Leicester dan West Ham, kemudian menang tipis 4-3 dan 1-0 dari Crystal Palace dan Brighton.

Kehilangan Percaya Diri dan Badai Cedera

Alisson pun mengakui, timnya sedang kehilangan sedikit kepercayaan diri ketika menyambangi markas lawan.

"Saat ini kami harus bersiap menghadapi segalanya. Kami harus bermain kompak untuk menyingkirkan keadaan buruk yang menghadang," ungkap Alisson seperti dikutip dari Daily Mail.

Terkait performa buruk beberapa pertandingan terakhir, Gelandang Liverpool Fabinho memiliki teori sendiri.

Dia menyebutkan, The Reds adalah klub yang ingin dikalahkan oleh setiap peserta liga Inggris. Hal itu membuat lawan menggunakan taktik bertahan yang sulit di tembus oleh klubnya.

"Kami punya kepercayaan diri. Kami menikmati hasil bulan Desember yang hampir sempurna. Namun kini performa kami menurun. Sulit menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi," ujarnya seperti dikutip dari ESPN.

Di sisi lain, penurunan kinerja Liverpool selaras dengan absennya beberapa pemain seperti, Dejan Lovren, Joe Gomez, Alex Oxlade Chamberlain, hingga Trent Alexander-Arnold dan Gerginio Wijnaldum.

Saat ini, Liverpool masih menjadi pemuncak klasemen di liga Inggris, tetapi jarak dengan Manchester City tinggal tiga poin. Liverpool dituntut untuk konsisten menang jika ingin merasakan trofi liga Inggris era Premier League.

Terakhir kali The Reds juara pada musim 1989/1990 dan saat itu belum memasuki era Premier League.

Nah, keberuntungan Liverpool bakal diuji ketika bertemu dengan Bournemouth pada akhir pekan ini. Apakah The Reds akan kembali ke jalur juara atau siap disalip oleh The Citizens, julukan Manchester City.

Tag : liga inggris, liverpool
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top