Wasit Shaun Evans Ternyata Bermasalah di Australia Sejak 2016

Shaun Evans, wasit Australia yang menghukum Indonesia dengan dua tendangan penalti yang sangat patut diperdebatkan saat melawan UEA, ternyata memang bermasalah di negaranya vsendiri 2 tahun lalu.
M. Syahran W. Lubis | 25 Agustus 2018 14:44 WIB
Wasit Australia Shaun Evans (kiri) ketika memimpin pertandingan Indonesia vs Uni Emirat Arab. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Musnah sudah asa timnas sepak bola putra Indonesia lolos hingga semifinal Asian Games 2018 sebagaimana yang ditargetkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Yang sangat mengecewakan, kekalahan dari Uni Emirat Arab (UEA) di babak 16 besar pada pertandingan Jumat (24/8/2018) sore itu ditandai dengan dua gol penalti yang dihadiahkan wasit asal Australia Shaun Evans untuk UEA karena pelanggaran minor.

Meski bisa disebut pelanggaran minor, penalti pertama masih layak kita terima. Andy Setyo Nugroho memang melakukan pelanggaran walaupun itu bukan kesengajaan.

Namun, untuk penalti kedua, pelanggaran yang dianggap wasit dilakukan Hansamu Yama Pranata sungguh sangat layak diperdebatkan karena tidak terdapat sentuhan signifikan yang membuat hal itu pantas dihukum dengan tendangan penalti.

Indonesia bisa menyamakan skor menjadi 2 – 2 di ujung babak kedua. Namun, akhirnya skuat Garuda Muda menyerah melalui adu penalti.

Mengenai kinerja wasit Australia itu, Evans memang pernah memimpin pertandingan Persib Bandung versus Persija Jakarta yang diakhirinya pada menit ke-83 karena sebagai salah satu wasit asing yang digunakan PSSI, dia gagal mengendalikan situasi dalam big match di Liga 1 tahun lalu.

Kenangan buruk itu terangkat kembali setelah dia membuat sejumlah keputusan kontroversial saat memimpin laga Indonesia versus UEA. Bukan hanya soal dua penalti, tetapi juga pelanggaran keras pemain UEA terhadap Ilham Udin Armayn yang hanya diganjar kartu kuning.

Namun ternyata, memang wasit ini bermasalah bahkan di negaranya sendiri. Bahkan, dua klub kontestan A-League, Adelaide United dan Brisbane Roar, menolak jika Evans memimpin lagi pertandingan yang mereka mainkan terutama disebabkan keputusannya yang kontroversial yang mengakibatkan para pemain kedua klub itu dilanda rentetan cedera.

Wasit Shaun Evans dikepung empat pemain Adelaide United ketika memimpin pertandingan A-League Australia pada Oktober 2016. - Adelaide Now

Fakta itu diungkapkan laman Adelaide Now pada 17 Oktober 2016 yang berarti sebelum dia ditugaskan Federasi Sepak Bola Australia (FFA) ke Indonesia memenuhi permintaan PSSI untuk memimpin Liga 1 2017.

Sayangnya, mengapa Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) lolos mengamati kinerja buruk Evans yang di negaranya sendiri disikapi dengan sinis. Pelatih Timnas Indonesia pun menyatakan Evans tak kompeten untuk memimpin pertandingan dengan level setinggi Asian Games.

Milla kemudian menyarankan agar Evans tak lagi memimpin pertandingan tersisa di Asian Games 2018 ini. Mari kita tunggu apakah memang AFC bersama Dewan Olimpiade Asia (OCA) mendengarkan masukan Milla atau tidak dengan tetap menugaskan wasit kontroversial ini lagi.

Sumber : AdelaideNow.com.au

Tag : timnas indonesia, asian games 2018
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top