Argentina Nyaris Tersingkir, Maradona Dibawa ke Rumah Sakit

Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona memerlukan bantuan untuk berjalan saat menonton pertandingan, di mana tim nasionalnya mengalahkan Nigeria di Piala Dunia Selasa, demikian klip video yang diposting di Twitter.
Newswire | 27 Juni 2018 06:38 WIB
Diego Maradona (tengah) saat menyaksikan Argentina menang dramatis atas Nigeria 2-1 dengan gol penentu dicetak hanya 4 menit menjelang laga usai sehingga Tango lolos ke 16 besar Piala Dunia. - Reuters/Sergio Perez

Bisnis.com, ST. PETERSBURG, Rusia – Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona memerlukan bantuan untuk berjalan saat menonton pertandingan, di mana tim nasionalnya mengalahkan Nigeria di Piala Dunia Selasa, demikian klip video yang diposting di Twitter.

Seorang pria terlihat membantu Maradona untuk tetap berdiri ketika ia menjauh dari tempat duduknya dan menghadap lapangan dan ke ruang yang berdekatan di dalam video yang diposting Fernando Schwartz, seorang jurnalis olahraga terkenal di Meksiko.

Sebuah foto yang juga diposting di Twitter muncul untuk menunjukkan dua staf medis menghadiri Maradona.

ESPN melaporkan mengatakan Maradona dibawa ke rumah sakit, tetapi surat kabar La Nacion mengatakan dia dirawat karena tekanan darah rendah di stadion dan biasanya meninggalkan stadion tidak lama setelah itu.

Maradona yang membawa Argentina meraih gelar juara dunia pada 1986 telah berjuang melawan kecanduan kokain di masa lalu.

Kemenangan Argentina atas Nigeria itu membawa tim Tango lolos ke 16 besar setelah sebelumnya dipaksa seri 1-1 oleh Islandia dan dihajar Kroasia 0-3. Jika hanya seri versus Nigeria, Argentina tersingkir alias kandas di fase grup.

Gol penentu kemenangan Argentina baru datang 4 menit menjelang loaga usai melalui Marcos Rojo setelah gol Lionel Messi pada menit ke-14 sempat disamakan Nigeria lewat titik penalti pada menit 51 yang dieksekusi Viktor Moses.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
piala dunia 2018, diego maradona

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Top