Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Juara Liga Inggris, Ini 3 Momen Deja Vu Manchester City

Nasib yang dialami oleh Manchester City pada musim ini di Liga Inggris, mirip dengan nasibnya pada musim 2011-2012.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  00:19 WIB
Juara Liga Inggris, Ini 3 Momen Deja Vu Manchester City
Pemain Manchester City, Jack Grealish (kanan) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Manchester City berhasil kembali menjuarai Liga Inggris secara dramatis di pekan terakhir kompetisi. Terdapat sejumlah kesamaan situasi yang dialami oleh klub asal Kota Manchester tersebut pada 2 dekade silam.

Sekadar informasi, Manchester City berhasil menjadi juara Liga Inggris setelah melumat Aston Villa dengan skor 3-2. Klub asuhan Pep Guardiola itu harus susah payah meraih kemenangan setelah sempat tertinggal 0-2 dari klub asuhan Steven Gerrard hingga menit 76.

City berhasil membalikkan kedudukan melalui dua gol Ilkay Gundogan dan satu gol dari Rodri, setelah kebobolan lebih dulu sebanyak dua gol oleh Matthew Cash dan Phillipe Coutinho.

Adapun, secara sepintas, nasib yang dialami oleh klub berwarna kebesaran biru tersebut serupa dengan musim 2011-2012.

Kesamaan pertama adalah kala itu City harus bersaing hingga pekan terakhir untuk menjadi juara. Pada musim 2011-2012, klub tajir asal Inggris itu harus bersaing dengan rival sekotanya Manchester United. Keduanya memiliki poin yang sama hingga pekan ke-37, dengan keunggulan City dari sisi selisih gol.

Bedanya pada saat ini, City harus bersaing dengan Liverpool FC untuk menjadi juara. Kedua klub itu hingga pekan terakhir hanya berselisih 1 poin dengan keunggulan City.

Kesamaan kedua adalah, City mengunci juara di pekan terakhir dengan skor kemenangan 3-2. Pada musim 2011-2012, City harus menunggu hingga injury time untuk mencetak gol kemenangan.

Sementara itu, pada musim ini, fans City tak perlu deg-degan sampai fase tambahan waktu babak normal untuk memastikan klubnya juara.  

Kesamaan ketiga adalah, City harus rela kalah lebih dulu sebelum memastikan kemenangan untuk menjadi juara. Pada musim 2011-2012, City kalah 2-1 dari Queens Park Rangers (QPR) pada waktu normal sebelum akhirnya Edin Dzeko dan Sergio Aguero mencetak gol pada menit 92 dan 94 masa injury time.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Inggris Liverpool Manchester City manchester united pep guardiola
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top