Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan Solskjaer Selalu Mainkan Pogba di Berbagai Posisi

Solskjaer menegaskan pemain internasional Prancis itu mempunyai peran penting di skuadnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 November 2020  |  19:37 WIB
Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kanan) dan gelandang serang Paul Pogba. - Reuters/John Sibley
Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kanan) dan gelandang serang Paul Pogba. - Reuters/John Sibley

Bisnis.com, JAKARTA - Paul Pogba tidak selalu bermain sebagai starter untuk Manchester United musim ini. Gelandang 27 tahun itu hanya empat kali main dari menit awal dan tiga penampilannya dari bangku cadangan di ajang Liga Premier musim ini.

Meski begitu, Ole Gunnar Solskjaer menegaskan pemain internasional Prancis itu mempunyai peran penting di skuadnya. Pelatih asal Norwegia itu yakin Pogba bisa bermain dalam empat peran berbeda. Mantan pemain Juventus itu tidak akan pernah punya peran tetap di Man United karena fleksibilitasnya.

Solskjaer memainkan Paul Pogba di kiri lini tengah ketika dia mengambil alih kursi pelatih pada Desember 2018. Saat itu, pemain Prancis itu memulai rekor fenomenal dengan mencetak sembilan gol dalam 12 pertandingan.

Namun, Solskjaer kemudian memindahkan Pogba ke peran yang lebih dalam dalam formasi 4-2-3-1 pada awal musim lalu. Kemudian, Pogba kembali ke sisi kiri lini tengah, di belakang Bruno Fernandes setelah ia pulih dari operasi pergelangan kaki pada bulan Juni.

Sebelumnya, Jose Mourinho tidak berhasil mengujicobakan Pogba sebagai No.10 saat melawan Liverpool dan Chelsea pada Oktober 2016. Solskjaer lantas mencoba memainkan Pogba di sisi kiri lapangan tengah dengan hasil yang beragam saat melawan RB Leipzig menang 5-0 dan lawan Arsenal kalah 0-1 pada musim ini.

Pogba turun sebagai starter di tiga pertandingan internasional Prancis bulan ini. Dia bermain di lini tengah tiga dalam kemenangan atas Portugal dan dalam dua kemenangan atas Swedia.

"Selalu ada diskusi tentang pemain yang bisa bermain di posisi berbeda karena mereka memiliki kualitas untuk melakukan banyak hal dan mereka bisa bermain di posisi yang berbeda," kata Solskjaer.

"Hal yang sama berlaku untuk Scott: di mana posisi terbaiknya? Skotlandia memainkannya sebagai bek tengah, saya memainkannya sebagai salah satu dari dua gelandang bertahan," dia menambahkan.

"Bruno bisa memainkan banyak posisi, Marcus: apakah dia yang terbaik di kiri atau tengah? Sama dengan Anthony. Paul juga sama: dia bisa melakukan peran dan dia punya kualitas untuk melakukan banyak hal, ini tentang keseimbangan tim, itu pada XI yang Anda pilih hari ini; itulah kuncinya," kata Solskjaer memberikan penjelasan.

"Terkadang 8, terkadang 10, terkadang di sebelah kiri dalam berlian, terkadang salah satu dari dua, dia bisa melakukan segalanya. Dan sekarang, semakin bugar dia semakin banyak yang bisa dia lakukan."

Pelatih Prancis Didier Deschamps mengatakan Pogba berada dalam dituasi bersama klub, di mana dia tidak merasa bahagia, dan ada perasaan yang berkembang bahwa ini bisa menjadi musim terakhirnya di United.

Pogba mengaku bergabung ke timnas Prancis seperti menghirup udara segar setelah bulan lalu menegaskan kembali keinginannya untuk bergabung dengan Real Madrid. Namun, Solskjaer tidak mengganggap komentar Pogba dan Deschamps.

"Kami selalu mendapat pertanyaan dan kami berusaha menjawab sebaik yang kami bisa," kata Solskjaer. "Saya pikir pers terkadang menambah-nambahkan dan orang-orang di rumah mungkin tidak memiliki seluruh wawancara menambahkan."

"Kami semua cukup berpengalaman untuk berusaha menghindari pemberitaan utama yang besar dan masif. Saya berbicara dengan Paul hari ini tentang hal itu. Tentu saja dia tidak senang ketika tidak dimainkan dan tidak bermain dengan sangat baik. Dia tidak senang dengan penampilannya."

"Dia bermain di posisi yang sama untuk Prancis seperti yang dia lakukan untuk kami, jadi itu bukan skenario yang berbeda. Ini tentang mendapatkan momentum dan ritme dan, seperti yang saya katakan sebelumnya, dia merasa sangat kuat menjelang akhir melawan Portugal dan menjelang akhir pertandingan bermain dengan Swedia, yang wajar karena dia mengidap Covid-19 dan dia membutuhkan waktu."

"Itu sama dengan semua pemain kami: mereka terlihat lebih kuat dan lebih bugar dan dia sama. Dengan komentar ... Saya ingat diri saya sendiri ketika saya bermain untuk Norwegia dan melihat teman-teman saya yang dibesarkan, tentu saja menyenangkan untuk melihat mereka. Kehidupan sosial sekarang tidak sama, jadi kamu senang melihat mereka," kata Solskjaer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Inggris manchester united

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top