Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biaya Selesaikan Kompetisi La Liga Capai Rp8,37 Triliun

Bos La Liga Spanyol Javier Tebas memprediksi biaya yang harus dikeluarkan untuk menuntaskan kompetisi ini hingga pertengahan tahun depan mencapai 500 juita euro atau sekitar Rp8,37 triliun.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 14 November 2020  |  23:04 WIB
Presiden La Liga Javier Tebas/Antara - Reuters
Presiden La Liga Javier Tebas/Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden La Liga Javier Tebas mengklaim bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menuntaskan kompetisi sepak bola teratas di Spanyol itu untuk musim 2020–2021 akan mencapai sekitar 500 juta euro (Rp8,37 triliun).

Berbicara dengan Marca dan dikutip Football Espana pada Sabtu (14/11/2020), Tebas menyinggung pentingnya industri di balik La Liga dan perlunya klub mengambil tanggung jawab dan mengurangi tagihan gaji mereka.

“Ada industri besar di belakang La Liga dengan banyak pekerjaan yang bergantung padanya. Menurut laporan terbaru, ada 180.000 pekerjaan. Mempertahankan industri ini adalah tanggung jawab sosial. Kita harus menjadi contoh, karena itu berfungsi untuk menumbuhkan dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Orang-orang perlu memahami bahwa La Liga memiliki banyak tanggung jawab.”

“Kami masih memiliki kelebihan pengeluaran sekitar 500 juta euro, karena klub tidak dapat mengeluarkan pemain yang memiliki kontrak sehingga upaya harus dilakukan untuk mengurangi gaji.”

“Beberapa klub harus terus mencoba dan mengurangi tagihan gaji. Yang paling terpengaruh di Spanyol adalah Valencia, Barcelona, dan Real Madrid, mereka tidak bisa menyingkirkan pemain yang berlebih.”

“Untuk mengakhiri musim, sepak bola Spanyol perlu mengeluarkan sekitar 490 juta euro untuk membayar biaya klub, tetapi tidak untuk semua klub. Kami mendeteksi 17, beberapa di antaranya kekurangan 100 juta euro dan lainnya 3 juta euro, tetapi klub yang kehilangan 3 juta euro mungkin dalam kondisi yang lebih buruk daripada yang kehilangan 100 juta euro.”

“Kami sedang berusaha memperbaikinya. Valencia tidak lagi di Liga Champions, misalnya, dan mereka dikritik karena menjual pemain, tetapi mereka harus melakukannya, dan Barcelona harus menurunkan tagihan gaji mereka untuk menyelesaikan musim. Mereka tidak punya pilihan lain.”

Tebas, mantan pengacara, terpilih sebagai presiden La Liga pada 2013. Keahliannya adalah di bidang bisnis, olahraga, dan hukum kebangkrutan, dan dia berjanji membersihkan “permainan” setelah tuduhan pengaturan pertandingan dan mengurangi biaya tiket pertandingan.

Lahir di Kosta Rika, dia belajar hukum di Zaragoza dan dikenal sebagai pendukung Real Madrid, meskipun menurutnya hal itu tidak memengaruhi kenetralannya sebagai presiden. Pada Desember 2019, dia terpilih kembali untuk masa jabatan ketiga yang berlangsung hingga 2024.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Spanyol

Sumber : Football Espana

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top