Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Bikin Renovasi Stadion Camp Nou Rampung 2025

Rencana untuk meningkatkan kapasitas stadion dari 99.000 kursi menjadi 105.000 serta memasang atap telah disetujui oleh anggota dewan klub pada 2014.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  20:27 WIB
Stadion Camp Nou, markas Barcelona, menjelang pertandingan melawan Real Sociedad di La Liga musim 2018 - 2019./Reuters - Albert Gea
Stadion Camp Nou, markas Barcelona, menjelang pertandingan melawan Real Sociedad di La Liga musim 2018 - 2019./Reuters - Albert Gea

Bisnis.com, JAKARTA - Jadwal selesainya renovasi stadion Camp Nou milik Barcelona mundur lagi ke tahun 2025, faktor utamanya karena pandemi Covid-19, kata direktur keuangan klub Jordi Moix.

Rencana untuk meningkatkan kapasitas stadion dari 99.000 kursi menjadi 105.000 serta memasang atap telah disetujui oleh anggota dewan klub pada 2014, dengan proyek itu dimulai pada 2017 dan rencananya akan selesai pada tahun 2021.

Proyek renovasi Camp Nou dilaporkan akan menelan biaya 600 juta euro (sekitar Rp10,3 triliun).

Namun, Moix mengatakan perubahan politik di kota dan ketidakstabilan yang diciptakan oleh desakan kemerdekaan di kawasan itu telah menyebabkan penundaan renovasi, yang kemudian diperburuk oleh pandemi virus corona.

"Bila kami menyetujui pembiayaan untuk musim ini dan mulai membangun pada musim panas depan dengan kecepatan penuh, kami berbicara tentang pengerjaan empat tahun dan kami berbicara tentang meresmikan stadion pada 2025," kata Moix kepada surat kabar La Vanguardia yang dilansir Reuters pada Kamis.

"Bila semuanya berjalan sesuai rencana, saya perkirakan akan selesai sesuai jadwal pada tanggal tersebut. Tapi saat ini proyek sudah ditunda. Saya berharap kita bisa memulainya dua atau tiga tahun lalu."

"Ada dua elemen yang tidak bisa kami kendalikan, perubahan dalam pemerintah daerah dan kemudian mencoba untuk setuju dengan semuanya dalam periode politik yang luar biasa. Kemudian ditambah adanya pandemi virus corona, yang telah menunda hampir semuanya."

Moix juga menambahkan bahwa Barca telah kehilangan sekitar 20 persen pendapatan mereka akibat krisis global tersebut, yang telah menghilangkan pemasukan dari pertandingan dan pendapatan komersial karena efek virus tersebut terhadap pariwisata.

Namun, ia mengatakan bahwa klub harus tetap melakukan renovasi stadion kebanggaan mereka tersebut yang dianggap sudah terlalu ketinggalan zaman dan demi mengimbangi klub top Eropa lainnya yang sedang merenovasi kandang mereka serta meningkatkan pendapatan klub sebagai hasilnya.

"Renovasi ini semakin diperlukan dibanding sebelumnya. Kami harus merevitalisasi stadion apa pun yang diperlukan. Saingan kami di Eropa sedang melakukannya atau sudah melakukannya," ujar Moix.

"Kami harus melakukannya karena potensi pendapatan jauh lebih tinggi dengan stadion yang telah direformasi, dengan pendapatan lebih besar dari penonton atau hak penamaan. Ini adalah proyek penting."

Saingan berat Barca, Real Madrid telah mempercepat pekerjaan renovasi stadion Santiago Bernabeu mereka sedangkan Atletico Madrid sudah pindah ke stadion Wanda Metropolitano pada 2017.

Juara Liga Premier Liverpool saat ini sedang memperluas Anfield dan Tottenham Hotspur telah meresmikan kandang baru mereka tahun lalu dengan biaya satu miliar poundsterling.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Barcelona Liga Spanyol

Sumber : antar

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top