Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Arteta Ingin Rombak Arsenal, Aubameyang dan Lacazette Bakal Terbuang?

Arteta merasa kecewa dengan kurangnya kemajuan The Gunners sejak ia ditunjuk tujuh minggu lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  18:45 WIB
Ujung tombak Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang - Reuters/Eddie Keogh
Ujung tombak Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang - Reuters/Eddie Keogh

Bisnis.com, JAKARTA - Pelatih Arsenal Mikel Arteta dikabarkan sedang merencanakan perombakan besar-besaran dalam skuadnya sekaligus memulai revolusi Emirates. Pierre-Emerick Aubameyang, Alexander Lacazette, dan Mesut Ozil termasuk dalam jajaran pemain yang didepak.

Laman berita Inggris, Metro, melaporkan, Arteta merasa kecewa dengan kurangnya kemajuan The Gunners sejak ia ditunjuk tujuh minggu lalu. Kini ia berkesimpulan bahwa skuadnya membutuhkan perombakan besar. Bintang-bintang senior akan dia buang, sekaligus untuk mendapatkan uang guna mendapatkan pemain yang dia inginkan,

Arsenal gagal lolos ke Liga Champions pada musim lalu. Kini, mereka hanya berada di posisi ke-10. Bukan hanya akan kembali gagal ke Liga Champions, kini tiket Liga Europa juga terancam tak bisa mereka raih. Bila terjadi, ini akan jadi kegagalan lolos ke Eropa untuk pertama kalinya sejak 1996.

Apapun yang terjadi musim ini, Metro menulis, Arteta dipastikan akan merevolusi timnya pada masa transfer musim nanti. Ia mungkin harus menjual sejumlah pemain dengan bayaran tinggi untuk belanja saat musim panas nanti. Enam pemain senior ada di daftar lego, termasuk Ozil dan Aubameyang yang kontraknya akan habis dalam waktu kurang dari 18 bulan.

Arteta juga suah mendapatkan rambu dari Direktur sepak bola Arsenal, Raul Sanllehi, bahwa tidak ada pemain yang akan diizinkan untuk dibiarkan lepas sebagai pemain free transfer. Artinya pemain yang hampir habis masa kontraknya harus dijual.

Arteta disebutkan ingin mempertahankan kapten Aubameyang dan berharap pencetak gol terbanyaknya itu akan menandatangani perpanjangan kontrak. Namun, negoasiasi kontrak baru telah ditunda hingga akhir musim, saat klub sudah memiliki pemahaman tentang kondisi keuangan mereka.

Bila negosiasi nanti mentok, Arteta mau tak mau harus menjualnya. Pemain yang dibeli seharga 60 juta pound sterling dua tahun lalu, tidak bisa dibiarkan pergi begitu saja sebagai pemain bebas.

Situasi sama juga berlaku buat Ozil dan Lacazette. Ozil kini terus menurun performanya. Gelandang Jerman itu belum mencetak gol sepanjang musim ini dan hanya menyumbang satu assist di liga. Pemain 31 tahun itu telah diganti oleh Arteta pada enam dari delapan pertandingannya. Sementara itu, Lacazette juga gagal mencetak gol di Liga Premier dalam dua bulan terakhir.

Arsenal hanya berhasil delapan poin dari tujuh pertandingan di liga. Merereka kini bahkan hanya terpaut 7 poin dari zona degradasi.

Dengan kualifikasi Liga Champions yang tampak tidak mungkin, Arsenal kini menyematkan harapan mereka untuk bisa  masuk ke Liga Europa untuk empat musim berturut-turut. Bila gagal masuk Liga Europa mereka akan mengalami kerugian sebesar 50 juta pound streling. Hal itu juga akan berdampak besar pada rencana pengeluaran belanja musim panas Arteta.

Pasukan Arteta akan terbang ke Dubai pekan ini untuk menjalani jeda kompetisi. Sang Pelatih berharap empat hari berlatih dalam suasana hangat di sana dapat menyegarkan kembali Arsenal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arsenal

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top