Timnas Indonesia U-18 Dijadwalkan Dua Kali Uji Coba vs Iran

Pelatih Timnas Indonesia U-18 Fakhri Husaini mengaku jadwal laga uji coba melawan Iran, yang sedianya akan dilaksanakan awal September, terlalu ketat.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  19:12 WIB
Timnas Indonesia U-18 Dijadwalkan Dua Kali Uji Coba vs Iran
Pelatih Timnas Indonesia U-18 Fakhri Husaini - PSSI.org

Bisnis.com, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia U-18 Fakhri Husaini mengaku jadwal laga uji coba melawan Iran, yang sedianya akan dilaksanakan awal September, terlalu ketat karena berdekatan dengan kepulangan timnya dari Vietnam usai mengikuti kejuaraan Piala AFF U-18.

"Tadinya saya coba minta jadi jadwal uji internasional, tapi sepertinya Iran hanya bisa di tanggal 4 dan 7 September. Tanggal itu sebenarnya tidak pas karena kami baru saja pulang dan tidak sedang dalam pemusatan latihan," tutur Fakhri.

Sebelum berangkat ke Vietnam untuk bertarung di Piala AFF U-18 di mana akhirnya Indonesia finis din posisi ketiga, coach Fakhri sudah sempat menyampaikan agar pertandingan bisa dilakukan usai skuat Garuda Nusantara mendapat waktu istirahat minimal 6 pekan usai kejuaraan.

Laga uji coba kontra Iran itu juga diharapkan bisa dilaksanakan saat timnas sudah memasuki pemusatan latihan Piala Asia U-19 2020, yang dimulai pada 25 September.

"Ini sudah saya sampaikan karena kami perlu waktu istirahat setidaknya enam minggu. Nah faktanya memang tidak bisa digeser. Tanggal 4 kami main di Stadion Mandalakrida (Yogyakarta), kemudian tanggal 7 main di Stadion Patriot (Bekasi). Kami dua kali melawan Iran," paparnya.

Meski Fakhri mengeluhkan jadwal tersebut, dia berharap para pemainnya bisa mengambil sisi positif pertandingan tersebut sebagai persiapan menghadapi kualifikasi Piala Asia U-19 2020.

Meski tidak satu grup dengan Iran di babak kualifikasi, timnas Indonesia bisa mengukur kekuatan tim lawan yang berasal dari kawasan Timur Tengah.

Indonesia akan berada satu grup dengan Timor Leste, Korea Utara, dan Hong Kong di babak kualifikasi.

Dia pun berharap setelah melawan Iran, PSSI bisa memfasilitasi Timnas U-18 untuk bisa menjajal kekuatan salah satu tim dari kawasan Asia Timur, seperti Jepang, Korea Selatan, atau China.

"Saya berharap setelah lawan Iran, PSSI bisa memfasilitasi kami untuk melawan salah satu tim kuat asal Asia Timur yang bisa mewakili kekuatan Korea Utara. Apakah Korea Selatan, China, atau Jepang. Kami berharap bisa melawan salah satu tim itu," tutur Fakhri.

Dalam catatan Bisnis.com, Indonesia pernah menaklukkan Iran dalam Piala Asia U-17 tahun lalu di Malaysia.

Kemenangan itu didapatkan dalam pertandingan yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil di Kuala Lumpur, pada 21 September.

Dua gol Indonesia ketika itu dicetak si kembar Amiruddin Bagus Kahfi pada menit ke-4 dan Amiruddin Bagas Kaffa ketika pertandingan telah memasuki injury time.

Indonesia kemudian lolos ke perempat final sebagai juara Grup C, tetapi kandas di perempat final setelah kalah tipis 2 - 3 dari Australia.

Bagus dan Bagas kini termasuk skuat Timnas Indonesia U-18. Cukup banyak pemain lain yang membela Timnas U-17 di Malaysia sekarang juga masuk Timnas U-18.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
piala aff u-19, timnas u-19

Sumber : The-AFC.com & Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top