Hannover & Nuremberg di Ambang Degradasi ke 2.Bundesliga

Bundesliga Jerman di ujung perjalanan musim 2018 - 2019, Hannover 96 dan Nuremberg di ambang degradasi ke 2.Bundesliga.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 11 Mei 2019  |  14:18 WIB
Hannover & Nuremberg di Ambang Degradasi ke 2.Bundesliga
Thomas Doll, pelatih Hannover 96. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bundesliga, kompetisi teratas dalam sistem sepak bola Jerman, segera tiba di garis batas akhir dengan setiap tim tinggal menyisakan dua pertandingan lagi.

Di papan atas, hanya dua klub yang masih berpeluang merebut gelar juara yakni juara bertahan Bayern Munchen dan Borussia Dortmund.

Kans Munchen untuk tampil kembali sebagai juara jauh lebih besar. Kemenangan pada pekan ke-33 melawan RB Leipzig akan membuat Robert Lewandowski dan kawan-kawan mempertahankan gelar.

Sebaliknya di papan bawah, dua tim bisa disebut hampir pasti degradasi yakni Hannover 96 dan Nuremberg.

Hannover 96 kini mengoleksi nilai 18 dan menempati dasar klasemen dari 18 kontestan, sedangkan Nuremberg satu setrip di atasnya dengan nilai 19.

Di atas Nuremberg, peringkat 16 diisi Stuttgart dengan nilai 24. Peringkat ke-16 merupakan slot khusus untuk menjalani laga dua leg playoff melawan peringkat ketiga 2.Bundesliga (divisi 2).

Dengan peta klasemen demikian, apabila Stuttgart mencatat kemenangan ketika menjamu Wolfsburg, hasil dua pertandingan terakhir yang dimainkan Hannover 96 dan Nuremberg tak memengaruhi apa pun dan mereka harus degradasi.

Memang, tidak mudah bagi Stuttgart untuk menaklukkan Wolfsburg, karena tim tamu juga tengah memerlukan poin penuh mengingat peluang untuk finis di slot tiket Liga Champions Eropa masih terbuka.

Namun, jika pada akhirnya Stuttgart menang, Nuremberg praktis hanya numpang lewat di Bundesliga musim ini, karena mereka berstatus promosi dari 2.Bundesliga pada akhir musim 2017 -  2018. Adapun Hannover pada musim lalu finis di peringkat ke-13.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bundesliga

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top