Spurs ke Final Liga Champions, Jangan Lupa Peran Son Heung-min

Tiga gol yang dihujamkan Lucas Moura ke gawang Ajax memang meloloskan Tottenham Hotspur ke final Champions. Tapi tanpa jasa Son Heung-min, belum tentu The Lilywhites dapat mengecap pengalaman magis ini.
Renat Sofie Andriani | 09 Mei 2019 12:36 WIB
Penyerang Tottenham Hotspur Son Heung-min - Reuters/Matthew Childs

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga gol yang dihujamkan Lucas Moura ke gawang Ajax pada leg kedua semifinal Liga Champions memang meloloskan Tottenham Hotspur ke final sekaligus menjadikan pemain asal Brasil ini pahlawan Spurs.

Tapi tanpa jasa pemain asal Korea Selatan Son Heung-min, belum tentu The Lilywhites dapat mengecap pengalaman magis hingga menembus final Liga Champions 2018 – 2019.

Tiga gol Son Heung-min melawan Manchester City di laga perempat final Liga Champions pada pertengahan April lalu membantu menerbangkan Tottenham Hotspur ke babak empat besar Champions untuk pertama kalinya dalam 57 tahun.

Son mampu memimpin lini depan Spurs dan menjadi pemain paling bersinar dengan gol-gol indahnya yang mengantarkan The Lilywhites ke semifinal.

Ditambah gol-golnya pada babak perempat final, Son membuat sejarah sebagai pemain Asia dengan jumlah gol terbanyak sepanjang hayat Liga Champions.

Meski harus absen pada leg pertama semifinal melawan Ajax karena akumulasi kartu kuning, kapten timnas Korsel ini kembali menari di lini depan untuk leg kedua. Beberapa kali, ia bahkan berkesempatan menyarangkan bola ke gawang lawan.

Dengan kemenangan 3-2 yang dramatis atas Ajax, Tottenham Hotspur akhirnya merasakan juga manisnya masuk final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 136 tahun.

Dengan prestasi Spurs tersebut, Son pun berpeluang menjadi pemain Asia kedua yang merebut gelar Liga Champions setelah Park Ji-sung bersama Manchester United pada musim 2007-2008.

Mantan pelatih tim muda Hamburg, Markus von Ahlen, menjadi salah satu yang tahu benar cakapnya kemampuan pemuda berusia 26 tahun ini.

“Dia sangat gesit, banyak mencetak gol dan sangat terbuka dalam bekerja sama dengan tim. Ia juga sangat tertarik untuk mempelajari banyak hal,” ungkap Von Ahlen, yang sekarang ambil peran di klub Bayer Leverkusen, kepada BBC Sport.

"Apa yang istimewa tentangnya adalah kegesitan dan kecepatan yang dimilikinya, kemudian karakter tekadnya untuk mencetak gol. Anda bisa melihat hal itu di usianya yang muda,” tambahnya.

Son mengungkapkan peran sosok ayah terhadap kariernya. Sang ayah, yang juga adalah pemain sepak bola profesional pada masanya, telah melatih Son dan kakak laki-lakinya dengan keras sejak kecil.

Terlepas dari pendekatan disiplin sang ayah, Son memujinya karena telah memberikan dasar dan dukungan yang kuat untuk menjadi seorang profesional. Ayahnya juga menanamkan sifat rendah hati dan penuh hormat dalam dirinya.

"Sangat menyenangkan bekerja sama dengannya. Ia memiliki sifat-sifat yang tepat untuk menempa karier yang sukses,” tambah Von Ahlen.

Menurut data Nielsen Sports yang diperoleh CNN, Son adalah atlet paling populer di Asia.

Riset itu menunjukkan bahwa Son memiliki jumlah followers tertinggi di media sosial sebanyak 1,98 juta, mengalahkan pemain sepak bola asal Jepang Shinji Kagawa yang menempati posisi kedua.

Baik di dalam maupun luar lapangan, popularitas Son terus melambung. Jadi bukan hal yang aneh melihat bendera Korea Selatan dikenakan pendukung Spurs dalam setiap pertandingan.

"Son adalah salah satu kepribadian paling populer di Korea Selatan. Dengan kata lain, popularitasnya melampaui kategori sepak bola atau bahkan olahraga,” terang jurnalis sepak bola Korsel Lee Sungmo kepada CNN.

"Di seluruh negeri, sebagian besar orang tahu siapa Son, dan mereka merasa bangga ketika Son bermain baik di Eropa.”

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
liga champions, tottenham

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup