Eden Hazard Menuju 100 Caps Bersama Belgia

Eden Hazard akan mencatatkan caps spesial bersama Timnas Belgia jika diturunkan melawan tuan rumah Siprus di Nikosia dalam matchday kedua kualifikasi Euro 2020 pada Senin (25/3/2019) pagi WIB.
M. Syahran W. Lubis | 24 Maret 2019 08:28 WIB
Pemain Belgia Eden Hazard sesaat setelah mencetak gol ke gawang Rusia pekan lalu. - Reuters/Francois Lenoir

Bisnis.com, JAKARTA – Eden Hazard akan mencatatkan caps spesial bersama Timnas Belgia jika diturunkan melawan tuan rumah Siprus di Nikosia dalam matchday kedua kualifikasi Euro 2020 pada Senin (25/3/2019) pagi WIB.

Itu akan menjadi pertandingan ke-100 Eden Hazard, gelandang serang andalan klub Liga Primer Inggris Chelsea, untuk tim nasional berjuluk Iblis Merah tersebut.

"Akan lebih baik bermain di Belgia [merayakan 100 caps-nya], tetapi jadwal menentukan sebaliknya [laga tandang]," ujarnya pada Minggu (24/3/2019) dini hari WIB menjelang laga kontra Siprus.

“Saya senang bahwa pada tahun ke-28 saya telah mencapai tonggak sejarah. Ini pengalaman hebat hingga saat ini dan mudah-mudahan itu belum berakhir. Saya masih merasa baik-baik saja dan masih senang mengenakan baju (Timnas Belgia)," lanjutnya.

Hazard akan bergabung dengan anggota skuat Belgia lainnya, Jan Vertonghen dan Axel Witsel, sebagai pemain dengan 100 caps atau lebih.

Vertonghen, bek Tottenham Hotspur, telah tampil dalam 111 pertandingan untuk Belgia, sedangkan Witsel, gelandang klub Jerman Borussia Dortmund, 101 pertandingan.

"Apa yang akan saya lakukan dengan itu [100 caps]? Saya khawatir itu hanya berakhir di garasi saya bersama dengan piala yang saya menangi. Saya sudah katakan sebelumnya bahwa saya tidak begitu tertarik dengan hal-hal semacam ini. Mungkin ayahku akan menyerahkannya ke Stade Brainois.”

Stade Brainois adalah klub amatir Belgia adalah tempat Hazard dan tiga saudara lelakinya memulai karier mereka dan ayahnya Thierry yang menyerahkan anak-anaknya ke sana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Timnas Belgia, Euro 2020

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top