Ini 5 Pelatih Sepak Bola Terhebat Sepanjang Masa

Berikut 5 pelatih sepak bola terhebat sepanjang masa menurut France Football. Ada 2 dari Belanda, 1 Skotlandia, 1 Italia, dan 1 Spanyol.
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 19 Maret 2019  |  18:35 WIB
Ini 5 Pelatih Sepak Bola Terhebat Sepanjang Masa
Pep Guardiola - Reuters/Carl Recine

Bisnis.com, JAKARTA – Pelatih menjadi sosok krusial dalam sebuah tim sepak bola setelah pemain. Tanpa pelatih, bisa jadi alur distribusi bola dari kiper ke penyerang bakal berantakan.

Meskipun menjadi sosok kedua, tetapi jika kinerja klub atau tim nasional tidak bagus, sosok pelatih akan disorot paling pertama. Apalagi, kalau pelatih tidak mampu mendongkrak kinerja tim, bisa jadi didepak oleh empunya klub.

Namun beda cerita ketika piala paling bergengsi berhasil digondol. Hingar-bingar sorot kamera sudah pasti akan tertuju pada pemainnya

Padahal tanpa pelatih yang cerdas dan cerdik, mustahil lahir sebuah kesebelasan yang solid. Itu sebabnya, mengapa Manchester United harus tertatih-tatih di Liga Inggris, meskipun sudah berganti pelatih dari David Moyes sampai Jose Mourinho.

Begitu juga dengan Real Madrid yang belum move on dari Zinedine Zidane. Alhasil, Legenda Juventus itu dibawa pulang setelah mengundurkan diri 9 bulan lalu

France Footbal baru-baru ini merilis daftar manajer terhebat sepanjang masa. Berikut 5 teratas juru taktik jempolan tersebut.

1. Rinus Michels

 

Tampuk kehormatan manajer terbaik sepanjang masa diberikan kepada Rinus Michels. Dia merupakan legenda Belanda yang karier manajerialnya berlangsung selama 32 tahun.

Dia telah menukangi bermacam tim sepak bola di seluruh dunia seperti, Ajax Amsterdam, Barcelona, FC Koln, sampai Los Angeles Aztecs. Selain di level klub, dia juga sempat menukangi timnas Belanda.

Prestasi sepanjang karir kepelatihannya antara lain, Liga Champion bersama Ajax 1970/1971 dan Liga Spanyol bersama Barcelona 1973/1974.

Satu-satunya turnamen yang menyinggung kehormatan besarnya adalah Piala Dunia. Soalnya, dia hanya mampu membawa The Flying Dutchman sebagai runner-up pada edisi 1974.

Menurut Michels, sepak bola profesional layaknya sebuah perang. "Siapa pun yang berperilaku terlalu baik akan hilang," seperti dilansir dari situs UEFA dalam ubituari untuk Rinus Michels.

Johan Cruyff yang konon disebut sebagai bapak tiki-taka Barcelona memuji Michels setinggi langit. "Baik sebagai pemain maupun pelatih, tak ada orang yang mengajari saya sebanyak beliau. Saya akan merindukan Rinus Michels. . . Saya selalu sangat mengagumi kepemimpinannya," jelas Cruyff.

 2. Alex Ferguson

 

Sir Alex Ferguson menjadi nama kedua yang berada di urutan teratas jajaran pelatih jempolan sepanjang masa. 

 Pria Skotlandia ini merupakan legenda Setan Merah dengan segudang prestasi. Dia sudah menggondol 38 trofi dalam 49 tahun karir kepelatihannya. Torehan ini menunjukkan betapa racikannya untuk Old Trafford berbuah manis.

 Tak hanya andal dalam membaca jalannya pertandingan, Sir Alex juga sukses mengorbitkan sejumlah nama. Misalnya saja saat dirinya berhasil mencium bakat Wayne Rooney atau Cristiano ronaldo.

 Salah satu momen bersejarah dalam dunia sepak bola yang tak akan bisa dilupakan adalah kala Sir Alex melakukan pergantian pemain dalam final Liga champions edisi 1999. Saat itu, MU mampu membalikkan keadaan di detik-detik akhir pertandingan menghadapi Bayern Munchen.

 3. Arrigo Sacchi

 

Pos pelatih top sepanjang masa berikutnya diisi oleh Arrigo Sacchi. Pria berkebangsaan Italia ini sebenarnya tak pernah mengenyam bangku sepak bola profesional. Awalnya sebelum menjadi juru taktik, dia hanya seorang penjual sepatu.

Hidupnya bak kisah Cinderella di dunia nyata kala ditunjuk Silvio Berlusconi untuk merevolusi AC Milan yang sedang terpuruk secara finansial dan kualitas pada medio 1986. 

Penunjukan pria kelahiran Fusignano itu memang menimbulkan sejumlah pertanyaan. Apa yang bisa dilakukan seorang pelatih yang penunjukkannya hanya didasarkan pada keberhasilan menumbangkan AC Milan dua kali di Coppa Italia?

Namun semua keraguan itu dibalas Sacchi. Ia sukses memboyong gelar Serie A, Super Copa, 2 trofi Liga Champions, 2 UEFA Super Cup, hingga 2 Piala Dunia Antar Club.

4. Johan Cruyff

 

Johan Cruyff adalah bintang Belanda yang namanya akan terus dikenang sebagai filsuf lapangan hijau, yang mengilhami Pep Guardiola, pesepakbola yang tak hanya memainkan si kulit bundar, tapi perpikir bagaimana memahami cara kerjanya.

Kata Pep Guardiola, warisan Cruyff lebih dari sekedar sejumlah trofi yang berhasil dikoleksinya. "Lupakan soal trofi. Kalau soal itu, saya memenangi lebih banyak daripada dia," terang pelatih Manchester City tersebut. Menurut jurnalis olahraga Inggris, Jonathan Wilson, warisan Cruyff adalah seluruh jagat sepakbola modern.

Sebagai anak ideologis Rinus Michels, Cruyff menyempurkana apa yang sudah ditorehkan sang guru. Pria kelahiran 25 April 1947 ini mempraktikkannya di Ajax, menanamkannya kepada Barcelona beserta La Masia, hingga ke salah satu pendekar taktit di dunia kulit bundar, Guardiola.

5. Pep Guardiola

 

The Citizens akhirnya berada di jalur yang tepat setelah ditukangi Pep Guardiola. Sejak dibajak ke Kota Manchester tiga musim lalu, pria Catalan ini banyak melakukan perubahan. Bukan hanya pada komposisi taktik dan pemain, tapi juga secara mendasar dalam manajemen klub.

Di balik keberhasilan Pep sebagai pelatih jempolan di usianya yang masih produktif, ada Cruyff yang punya andil besar.

Kala itu, Cruyff berjudi menjajal guardiola di skuad utama Barcelona saat jenderal lapangan tengah Guillermo Amor sedang absen. Rupanya, penampilan Pep cukup memukau. Berkat kesempatan itu, tercatat sejak musim 1991/1992, Guardiola dipromosikan ke tim utama dan rutin bermain untuk El Barca. 

Gaya kepelatihan Cruyff sepertinya direplikasi oleh Pep dengan kaffah. Hal ini terbukti kala ia sering terdengar meneriaki para punggawa muda La Masia kala menukangi Barcelona B.

"Saya tak ingin kalian mencoba mendribel bola seperti Lionel Messi. Passing, passing, dan passing secepat dan seakurat mungkin. Bergerak, passing lagi, passing, passing, passing!" terang buku berjudul the Making of the Greatest Team in the World karya Graham Hunter.

Benar saja. Ciri ini kelak yang kemudian melambungkan nama Pep hingga mampu menorehkan catatan gemilang bersama Barcelona, Bayern Munchen, hingga bersama The Citizens.

Itulah 5 manajer terbaik sepanjang masa, seperti dirangkum dari France Football.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sepak bola, pep guardiola

Editor : Surya Rianto
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top