Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penjelasan Ratu Tisha Soal Komite Ad Hoc Integrity PSSI yang Baru Dibentuk

Sembari mendampingi Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono menjalani pemeriksaan Satgas Anti Mafia Bola Polri, Kamis (24/1/2019) Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menjelaskan kepada publik terkait Komite Ad Hoc Integrity PSSI yang baru dibentuk selepas Kongres PSSI.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  22:51 WIB
Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria. - Bisnis/Dwi Prasetya
Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria. - Bisnis/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Sembari mendampingi Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono menjalani pemeriksaan Satgas Anti Mafia Bola Polri, Kamis (24/1/2019) Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menjelaskan kepada publik terkait Komite Ad Hoc Integrity PSSI yang baru dibentuk selepas Kongres PSSI.

"Perlu dibedakan ada dua sisi yang berjalan [dalam menghadapi match fixing]. Sisi kanan adalah elemen pidana match fixing yang dilakukan [Satgas Anti Mafia Bola] kepolisian dan PSSI tak bisa jangkau itu," ungkap Tisha.

"Sisi lainnya adalah elemen hukum keolahragaan yaitu identifikasi match fixing, di mana dimotori Ad Hoc Integrity dan seluruh hasil investigasi akan diberikan ke Komisi Disiplin untuk ditindaklanjuti," tambahnya.

Wanita kelahiran Jakarta, 30 Desember 1985 ini menjelaskan lebih lanjut bahwa Komite Ad Hoc Integrity merupakan langkah awal menjawab rekomendasi FIFA sejak 2017 yang mengarahkan terbentuknya Departemen Integritas di tubuh PSSI.

"Sejak 2017, tugas saya jadi Sekjen pertama adalah memerangi match fixing, dan FIFA sudah laporkan hal itu," ungkap wanita lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

"Oleh karenanya, November 2018 FIFA menganugerahi PSSI sebagai satu dari dua federasi terbaik sebagai percontohan di bidang pengembangan sepakbola, tak lepas dengan program yang kita susun tahun 2017 terkait komitmen kita memerangi match fixing," tambahnya.

Sebelumnya, Joko menyatakan tugas Komite Ad Hoc direncanakan selesai pada 2020, setelah itu PSSI akan melanjutkannya dengan membentuk Departemen Integritas.

Selanjutnya, PSSI akan fokus pada penampilan tim nasional. Sebab dalam beberapa waktu ke depan, akan ada sejumlah event internasional untuk level U -16, U-19, U-22, kualifikasi AFF, dan SEA Games.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pssi
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top