Prediksi Indonesia Vs UEA: Hati-hati dengan Umpan Silang UEA

Prediksi Indonesia Vs UEA: Hati-hati dengan Umpan Silang UEA
Newswire | 24 Agustus 2018 13:32 WIB
Indonesia vs UEA - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Uni Emirat Arab diperkirakan akan memanfaatkan keunggulan tinggi badan saat menghadapi Indonesia di babak 16 besar Asian Games di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, sore ini, 24 Agustus 2018.

Bola-bola tinggi yang menuju ke mulut gawang tim Indonesia dalam sejarahnya sering menyulitkan pertahanan tim Merah Putih.

Gol Hong Kong yang terjadi ke gawang Indonesia pada partai terakhir Grup A di Stadion Patriot, Bekasi, berasal dari umpan silang lambung yang jatuh di belakang Hansamu Yama. Pemain Hong Kong yang bergerak menyambut bola dengan tandukan luput dari pengawasan.

Kuarter lini belakang tim Indonesia U-23 yang terdiri dari Putu Gede Antara, Ricky Fajrin, kapten Hansamu Yama, dan Rezaldi Hehanusa harus lebih disiplin menjaga posisi dan saling mengingatkan.

Zulfandi dan Evan Dimas yang menjaga kedalaman di lini tengah juga mesti rajin melapis dan menjalin komunikasi, terutama mengantipasi pergerakan lawan untuk menyambut bola silang.

Febri Hariyadi, Stefano Lilipaly, dan Irfan Jaya yang berdiri di belakang penyerang tengah Beto Goncalves pun mesti memberi dukungan kepada Zulfandi dan Evan agar lini tengah tidak dikuasai para pemain Uni Emirat Arab.

Pasalnya, membiarkan lini tengah dikuasai lawan akan  memudahkan mereka mengirim bola-bola lambung ke mulut gawang kiper Andritany Ardhiyasa, baik dari tengah maupun sayap kiri dan kanan.

Pelatih Indonesia, Luis Milla, sudah mengatakan akan mengembangkan permainan cepat melawan UEA. Selama ini, Indonesia sering menyulitkan lawan dari sayap melalui kelebihan tusukan para pemainnya seperti Irfan Jaya dan Febri.

Bila mampu dilakukan secara konsisten, hal itu akan menahan pergerakan bek-bek atau gelandang sayap UEA melakukan terobosan dari sisi lapangan dan mengirimkan umpan-umpan silang yang berbahaya itu.

Kapten tim, Hansamu, mengatakan mereka akan berusaha fokus pada pertandingan dan tak terpancing provokasi lawan. Ketenangan memang diperlukan untuk menghadapi scrimmage-scrimmage yang mungkin terjadi dari bola-bola lambung di depan gawang. Adapun Evan mengatakan mereka mesti bermain dengan tenang.

Satu hal yang penting adalah anak-anak asuhan Luis Milla harus berinisiatif mengendalikan alur permainan. Sebab, bermain pasif akan membuat anak-anak UEA leluasa mendapat ruang untuk mengirim bola-bola daerah ke mulut gawang Andritany.

Sumber : Tempo

Tag : timnas u-23, asian games 2018
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top