PIALA DUNIA 2018: Dimata-matai Swedia, Korea Selatan Tak Terpengaruh

Pelatih Korea Selatan Shin Tae-yong tidak terlalu memperdulikan tentang spionase yang dilakukan oleh tim lawan satu grup F, Swedia, setelah sebelumnya meminta maaf atas tindakan itu.
Muhammad Ridwan | 18 Juni 2018 12:39 WIB
Pelatih Timnas Korea Selatan Shin Tae-yong - Reuters/Kim Hong-ji

Bisnis.com, JAKARTA - Pelatih Korea Selatan Shin Tae-yong tidak terlalu memperdulikan tentang spionase yang dilakukan oleh tim lawan satu grup F, Swedia, setelah sebelumnya meminta maaf atas tindakan tersebut.

Skuat sepak bola Swedia menggunakan rumah dekat dengan pemain Korea Selatan berlatih di Austria bulan ini untuk melihat sesi latihan menggunakan teleskop canggih dan video kamera, hal ini dilakukan agar mereka bisa  mempelajari taktik dan latihan yang diberikan.

“Untuk sampai kerumah tersebut, kita harus melalui jalan yang jauh menggunakan mobil naik ke atas pegunungan, tapi ini menjadi titik yang sangat baik untuk mengobservasi latihan Korea Selatan,” kata Lars Jacobsson, salah satu anggota pelatih Swedia, yang dikutip dari Reuters, Senin (18/6/2018).

Spionase tersebut diketahui oleh Korea Selatan setelah Lars Jacobsson dikeluarkan dari latihan tertutup Korea Selatan setelah gagal meyakinkan bahwa dirinya adalah seorang turis yang melintas, dan gagal meyakinkan sepasang penduduk untuk menggunakan rumahnya yang menghadap ke tempat pelatihan untuk melihat kegiatan pesaingnya tersebut.

Pelatih Janne Andersson mengajukan permintaan maafnya kepada Korea Selatan. “Sangat penting untuk menunjukan rasa hormat kepada lawan dan jika apa yang kita lakukan telah dirasakan dengan cara yang lain, maka kami meminta maaf,” ujar Andersson.

“Ini adalah suatu hal kecil yang berubah menjadi hal besar, karena biasanya informasi tentang lawan kami didapat dengan cara melihat cara permainnya di pertandingan,” tambah Andersson.

Shin mengatakan, hal tersebut sama sekali tidak menjadi masalah, karena mendapatkan informasi mendalam tentang lawan sudah menjadi hal yang lumrah.

Shin mengungkapkan, punya trik tertentu untuk mengelabui tim lawan yang mencoba memata-matai sesi latihannya tersebut, dengan cara membuat para pemain dengan nomor seragam yang diubah-ubah, sehingga hal tersebut menjadi membingungkan.

“Kami menukar mereka, karena kami tidak ingin pihak lawan mengetahui semuanya dan berusaha membuat bingung mereka, mereka mungkin tahu beberapa pemain kami, tapi bagi orang Barat sangat sulit untuk membedakan para pemain Asia, dan karena itulah kami melakukan itu,” kata Shin.

“Semua pelatih mungkin merasa lawan mereka selalu memata-matai mereka. Saya pikir itu sangat alami, bahwa kita semua berusaha mendapatkan sebanyak mungkin informasi satu sama lain, sebanyak yang kita bisa,” tambah Shin.

Sumber: Reuters

Tag : piala dunia 2018
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top