PSSI Gandeng Asosiasi Sepak Bola Jerman

PSSI dan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menjajaki program kerja sama untuk mengembangkan sepak bola Indonesia.
Newswire | 31 Maret 2018 09:25 WIB
Sekjen Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Federasi Sepak Bola Jerman (Deutscher Fußball-Bund/DFB) menjajaki program kerja sama untuk mengembangkan sepak bola Indonesia.

Dikutip dari laman resmi PSSI, gagasan tersebut tercetus ketika PSSI mengikuti lokakarya bertema Sport and Development yang digelar DFB di Frankfurt, Jerman, pada 27-29 Maret 2018.

"PSSI dan DFB menjajaki potensi kerja sama di area pendidikan kepelatihan dan pengembangan sepak bola akar rumput," ujar Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.

Dia menjelaskan program itu juga berpotensi didukung oleh Pemerintah Jerman dan Indonesia. PSSI berharap jika program itu berjalan, bisa dijadikan sarana mengembangkan karakter anak-anak melalui sepak bola, pendidikan, disiplin, sikap saling menghormati, fair play, dan persatuan.

Sementara DFB melalui Sekjen Friedrich Curtius menyebut pihaknya siap bekerja sama dengan PSSI. "Kami sangat senang menyambut kedatangan PSSI di sini. DFB siap bekerja sama dengan PSSI untuk pengembangan sepak bola yang lebih baik," kata Curtius.

Adapun lokakarya sepak bola di Jerman dihadiri oleh berbagai ahli dari berbagai negara untuk mengembangkan konsep pengembangan sepak bola yang berkelanjutan.

Selain Ratu Tisha, di acara itu PSSI diwakili oleh Deputi Sekjen Bidang Bisnis serta Marketing Marsal Masita dan Direktur Teknik Danurwindo.

"Sejauh ini sekitar 250 ribu anak-anak dan remaja di 17 negara di seluruh dunia telah mendapatkan manfaat dari langkah olahraga Jerman untuk pembangunan yang dilakukan. Pemerintah federal Jerman dan DFB merupakan mitra penting bagi keberhasilan langkah ini. Seperti nanti di Indonesia, dengan bantuan lewat sepak bola bisa memperbaiki kondisi yang ada," tutur Curtius.

Sumber : Antara

Tag : pssi
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top