Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Blatter & Platini Diundang Nonton Piala Dunia 2018

Presiden Federation Internationale de Football Association (FIFA) Sepp Blatter dan Presiden Union of European Football Association (UEFA) Michel Platini akan diundang untuk menyaksikan Piala Dunia 2018 di Rusia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Februari 2016  |  05:36 WIB
Sepp Blatter (kanan) dan Michel Platini - Reuters/Darren Staples
Sepp Blatter (kanan) dan Michel Platini - Reuters/Darren Staples

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Federation Internationale de Football Association (FIFA) Sepp Blatter dan Presiden Union of European Football Association (UEFA) Michel Platini akan diundang untuk menyaksikan Piala Dunia 2018 di Rusia.

Blatter dan Platini, dua tokoh di puncak badan olahraga paling populer di dunia, diskors FIFA selama 8 tahun pada Desember karena skandal korupsi, di antara beberapa masalah lainnya, yang menimbulkan pertanyaan mengenai hak Rusia untuk menjadi tuan rumah turnamen akbar itu.

Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko pada Senin waktu setempat (8/2/2016) berkata kepada kantor berita Rusia R-Sport bahwa Blatter dan Platini mengajukan banding terhadap hukuman mereka dan masih diizinkan untuk menghadiri ajang-ajang sepak bola.

"Secara formal, skors melarang mereka dari posisi apapun di sepak bola. Namun di sisi lain, bagaimana bisa pemain menakjubkan seperti Michel Platini tidak dapat menghadiri ajang sepak bola? Kami akan mengundang mereka, saya tidak melihat adanya masalah dengan ajang di mana kami menjadi tuan rumah," kata Mutko.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut Blatter sebagai sosok yang sangat terhormat, yang telah melakukan banyak hal untuk perkembangan sepak bola global, memupuk bentuk kerja sama antara negara-negara dan orang-orang, dan oleh sebab itu layak mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian.

Para jaksa AS telah mendakwa 41 entitas dan orang termasuk para petinggi sepak bola dari sejumlah tempat di kontinen Amerika, pada kasus yang mereka katakan melibatkan 200 juta dolar AS dalam penyuapan dan pembayaran kembali terkait pemasaran turnamen-turnamen dan pertandingan-pertandingan besar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fifa uefa

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top