Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Puluhan Pesepak Bola Top Diduga Doping

Sebuah penelitian doping yang digelar UEFA mengungkapkan tingkat kandungan testosteron yang lebih tinggi dari perkiraan yang pada beberapa kasus mengarah kepada doping, di antararanya pada puluhan pemain top, lapor stasiun penyiaran Jerman ARD.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 September 2015  |  10:39 WIB
Puluhan Pesepak Bola Top Diduga Doping
Markas UEFA di Nyon, Swiss - uefa.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah penelitian doping yang digelar Union of European Football Associations (UEFA) mengungkapkan tingkat kandungan testosteron yang lebih tinggi dari perkiraan yang pada beberapa kasus mengarah kepada doping, di antararanya pada puluhan pemain top, lapor stasiun penyiaran Jerman ARD.

Stasiun penyiaran itu, bersama dengan surat kabar Inggris Sunday Times, mendapatkan hasil pemeriksaan yang diadakan 12 laboratorium antidoping Eropa di mana lebih dari 4.000 sampel urin dari sekitar 900 pesepak bola top antara 2008 dan 2013, yang kebanyakan dari liga-liga Eropa, telah diuji.

ARD, yang menyebut sampel-sampel itu anonim, akan menskrining program lengkapnya pada Minggu (20/9/2015). Sebanyak 68 pemain bola terindikasi memiliki kadar testosteron yang mencurigakan pada sampel urin yang diperiksa laboratorium.

Agustus lalu, ARD dan Sunday Times memberitakan International Association of Athletics Federations (IAAF) tidak menindaklanjuti ratusan hasil tes doping mencurigakan sehingga memicu digelarnya penyelidikan mulai November nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uefa doping

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top