Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prestasi Moncer, Australia Malah Diminta Keluar dari AFC

Pimpinan sepak bola Asia mengakui ada keinginan dari sejumlah kalangan negara di kawasan Teluk agar Australia keluar dari Konfederasi Sepak Bola Asia karena dinilai kurang memberi manfaat yang diinginkan.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  15:11 WIB

Bisnis.com, SYDNEY--Pimpinan sepak bola Asia mengakui ada keinginan dari sejumlah kalangan negara di kawasan Teluk agar Australia keluar dari Konfederasi Sepak Bola Asia karena dinilai kurang memberi manfaat yang diinginkan.

Tuan rumah Australia akan menghadapi Korea Selatan pada final Piala Asia Sabtu. Ini merupakan final kedua Australia, sejak mereka pindah keanggotaan dari Oseania ke Asia tahun 2006.

Dalam wawancara dengan surat kabar Dubai Al-Ittihad, Presiden AFC Salman Bin Ibrahim Al-Khalifa mengatakan bahwa memang ada suatu keinginan dari federasi-federasi sepak bola negara-negara Arab agar keanggotaan Australia ditinjau lagi.

"Ya, memang, ada indikasi keinginan negara-negara Asia Barat untuk mencoret Australia dari AFC," katanya.

"Namun saya juga tahu bahwa bukan hanya negara-negara Arab yang kurang yakin dengan nilai-nilai manfaat dari masuknya Australia dalam sepak bola Asia."

Para penentang kepindahan Australia ke Asia mengatakan bahwa keuntungan hanya untuk satu pihak saja. Kepindahan itu untuk mencari persaingan yang lebih kompetitif dan memudahkan langkah tim dari negeri kangguru ke putaran final Piala Dunia.

Socceroos dua kali lolos ke putaran final Piala Dunia lewat jalur kualifikasi Asia, sementara negara-negara Arab yang sejak 1990 hingga 2006 selalu ada wakilnya di Piala Dunia, tidak ada yang lolos pada dua event terakhir di Afsel dan Brazil.

Qatar akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, dan jika mereka kandas pada babak kualifikasi untuk Piala Dunia Rusia 2018, maka Qatar akan menjadi tim tuan rumah pertama dalam sejarah yang tidak lolos pada putaran final sebelumnya.

Asia mendapat empat tempat pada Piala Dunia, dengan tim kelima ditentukan melalui playoff antarbenua.

Al-Khalifa, yang menduduki jabatan Presiden AFC pada 2013, mengatakan belum ada mekanisme untuk meninjau ulang kesepakatan tahun 2005 tentang penerimaan keanggotaan Australia di AFC.

"Keputusan untuk menerima Australia sudah melalui pertimbangan bertahun-tahun, sebelum saya menjadi ketua AFC," katanya.

"Keputusan dalam sidang umum AFC tidak menyebutkan bahwa ini sebagai percobaan untuk dievaluasi apakah Australia akan lanjut dengan AFC," katanya.

"Ada beberapa federasi yang menilai Australia tidak perlu meninggalkan Asia, tapi kami tidak bisa membuat keputusan hanya berdasarkan opini-opini," katanya.

"Setiap keputusan mengenai keanggotaan Australia harus dari sidang umum," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

piala afc timnas australia

Sumber : Newswire/antara

Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top