Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Qatar: Lebih dari 400 Orang Meninggal untuk Bangun Proyek Piala Dunia 2022

Lebih dari 400 buruh migran di Qatar meninggal dunia saat ikut proyek pembangunan Piala Dunia 2022.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 30 November 2022  |  15:38 WIB
Qatar: Lebih dari 400 Orang Meninggal untuk Bangun Proyek Piala Dunia 2022
Stadion Internasional Khalifa di Doha, ibu kota Qatar, salah satu venue Piala Dunia 2022. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Komite Warisan Qatar Hassan Al-Thawadi mengatakan, setidaknya 400-500 buruh migran meninggal dunia saat terlibat proyek Piala Dunia.

"Perkiraannya sekitar 400. Antara 400 sampai 500. Saya tidak punya angka pastinya, itu yang sedang dibicarakan," kata Thawadi pada acara TV Piers Morgan Uncensored, dikutip dari The Guardian.

Hassan mengatakan kematian buruh ini mencakup semua sektor, yang tercatat dalam statistik nasional selama 2014-2020.

Isu kematian buruh ini menyeruak setelah The Guardian merilis laporan adanya ribuan buruh meninggal saat Qatar terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Pembangunan besar-besaran memang dilakukan oleh Qatar sejak awal. Negara dengan julukan Sultan itu membangun tujuh stadion, hotel, dan memperluas bandara negara, jaringan kereta api, serta jalan raya.

Sebuah kelompok HAM menyebutkan bahwa kematian pekerja itu diakibatkan karena kondisi ekstrem Qatar dan kelelahan.

Piala Dunia paling mahal

Diketahui sebelumnya, dengan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah, Piala Dunia 2022 pun menjadi yang termewah dan termahal.

Qatar menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp 3,13 kuadriliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

piala dunia 2022 qatar piala dunia buruh
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top