Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FIFA Dikritik Asosiasi Peduli Komunitas Buta Warna Soal Pemilihan Jersey

Sebuah asosiasi peduli komunitas buta warna mengkritik FIFA soal pilihan warna jersey atau seragam yang digunakan timnas Kamerun dan Swiss.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 November 2022  |  20:57 WIB
FIFA Dikritik Asosiasi Peduli Komunitas Buta Warna Soal Pemilihan Jersey
Piala Dunia 2022 Qatar -
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah asosiasi peduli komunitas buta warna mengkritik FIFA soal pilihan warna jersey atau seragam yang digunakan timnas Kamerun dan Swiss pada pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar, Kamis.

Color Blind Awareness, kelompok masyarakat peduli buta warna yang berbasis di Inggris mengatakan kombinasi seragam merah Swiss dengan hijau strip Kamerun akan menimbulkan masalah bagi beberapa penonton yang tidak dapat membedakan warna masing-masing tim, karena kedua warna tersebut terlihat dalam warna yang mendekati hitam.

Peraturan badan sepak bola dunia FIFA menyatakan bahwa orang buta warna harus diperhitungkan saat memilih warna jersey untuk setiap pertandingan, "jika tersedia".

"Kami telah bekerja dengan FIFA sejak Piala Dunia terakhir untuk membantu menetapkan peraturan tentang warna baju," kata Kathryn Albany-Ward, kepala eksekutif Color Blind Awareness, Jumat,

"FIFA mengakui bahwa merah versus hijau akan traumatis bagi orang-orang dengan buta warna dan warna lain mengganggu itu," tambahnya.

Color Blind Awareness bekerja sama dengan UEFA selama pertandingan semifinal Euro 2016 antara Wales dan Portugal, yang berkontribusi pada penggunaan kaos alternatif untuk menghindari masalah bagi komunitas buta warna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Timnas Kamerun fifa piala dunia 2022

Sumber : Antaranews

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top