Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prediksi Munchen vs Barcelona: Muller vs Lewandowski, Siapa Unggul?

Pertarungan Bayern Munchen vs Barcelona di Allianz Arena, Munchen, pada Rabu (14/9/2022) dini hari, bakal menyuguhkan tontonan menarik.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 September 2022  |  15:57 WIB
Robert Lewandowski (kanan) dan Thomas Mullersewaktu sama-sama membela Munchen - Reuters/Michael Dalder
Robert Lewandowski (kanan) dan Thomas Mullersewaktu sama-sama membela Munchen - Reuters/Michael Dalder
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pertarungan Bayern Munchen vs Barcelona di Allianz Arena, Munchen, pada Rabu (14/9/2022) dini hari, bakal menyuguhkan tontonan menarik karena Thomas Muller akan bertemu dengan sahabatnya, Robert Lewandowski.

Pelatih Bayern Munchen Julian Nagelsmann mengistirahatkan Muller saat The Bavaria menghadapi Union Berlin dan Sttutgart pada lanjutan Bundesliga Jerman. Ketidakhadiran Muller berdampak besar ketika pada dua laga tersebut Die Roten hanya mampu bermain imbang pada dua laga tersebut.

Mantan pelatih Bayern Munchen sekaligus timnas Jerman, Jurgen Klinsmann, sadar betul peran krusial Muller. "Thomas Muller adalah pemain yang sangat, sangat istimewa," kata Klinsmann menggambarkan pemain yang telah mencatatkan 600 penampilan untuk The Bavaria.

“Dia tumbuh selama bertahun-tahun menjadi ikon di Bayern bersama Manuel Neuer. Sekarang Anda memiliki yang lebih muda lewat Joshua Kimmich, yang merupakan salah satu pemimpin di tim ini, tapi Thomas adalah soal kepribadiannya dan pengaruh positif pada keseluruhan chemistry dari tim," ujar Klinsmann.

“Itulah perannya. Tidak peduli apakah dia mungkin mencetak lebih banyak gol atau membuat lebih banyak assist. Peran kepemimpinan yang dia kembangkan bersama Bayern Munchen ini adalah kisah yang luar biasa," kata pelatih berusia 58 tahun tersebut.

Muller menjadi tulang punggung Bayern Munchen dalam satu dekade terakhir. Sebelas gelar Bundesliga dan dua kemenangan Liga Champions menjadi bukti. Sepatu emas di Piala Dunia 2010 dan gelar juara Piala Dunia 2014 adalah torehan lainnya. "Pasti ada cukup bahan untuk serial Netflix yang luar biasa suatu hari nanti. Seri Thomas Muller," kata Klinsmann sambil tertawa.

Mantan pelatih timnas Amerika Serikat itu menggambarkan Muller sebagai pemain serba ada dan serba bisa. Muller bisa bermain sebagai pemain nomor 10, pemain nomor sembilan palsu alias false nine, bahkan sebagai striker murni. Sebagai pemain sayap, ia bebas berkeliaran dan tak mudah dikawal.

Pep Guardiola, yang pernah melatih Muller di Bayern, pernah mengklaim bahwa kekuatan terbesar Muller adalah optimisme dan oportunismenya. Jurgen Klopp juga menyoroti kecerdasan Muller. "Dia luar biasa efisien dan sangat pintar. Gerakannya terkadang terlihat sederhana tetapi seringkali sangat tepat dan cerdik," ujar Klopp.

1 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Barcelona Liga Champions Bayern Munchen
Sumber : Tempo
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top