Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Analisa Mendalam Klopp Soal Jebloknya Penampilan Liverpool Musim ini

Liverpool dipastikan gagal mempertahankan gelar juara Liga Inggris musim ini. Dengan lima laga tersisa, mereka tertinggal 23 angka dari pemuncak klasemen Liga Inggris, Manchester City.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2021  |  23:45 WIB
Pelatih Liverpool Jurgen Klopp - LiverpoolFC.com
Pelatih Liverpool Jurgen Klopp - LiverpoolFC.com

Bisnis.com, JAKARTA - Liverpool dipastikan gagal mempertahankan gelar juara Liga Inggris musim ini. Dengan lima laga tersisa, mereka tertinggal 23 angka dari pemuncak klasemen Liga Inggris, Manchester City.

Tak hanya itu, The Kop juga terancam tak akan tampil di Liga Champions musim depan. Pasalnya, mereka saat ini masih duduk di posisi keenam dengan berjarak empat angka dari Chelsea yang berada di posisi keempat.

Manajer Jurgen Klopp menilai mereka seharusnya masih bisa menjaga peluang untuk menjadi juara Liga Inggris jika berhasil memaksimalkan tujuh laga sebelumnya. Pada tujuh laga tersebut, Mohamed Salah cs hanya meraih 11 angka dari tiga kemenangan dan dua kali imbang, dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Menurut dia, hasil buruk itu bukan terjadi karena ketidak beruntungan. Menurut dia, mereka kurang bagus dalam penyelesaian akhir di lini depan.

"Kami telah melihat dengan sangat rinci semua situasi yang kami ciptakan selama tujuh atau delapan pertandingan terakhir hanya untuk mendapatkan gambaran umum," kata Klopp dalam wawancara eksklusif dengan media Sky Sports.

"Bukan tidak beruntung. Ada saat-saat di mana kami tidak beruntung. Tapi jika kamu sering tidak beruntung, pasti ada hal lain."

"Kadang-kadang kedengarannya sedikit membosankan tetapi kami tahu ada hal yang harus kami tingkatkan. Satu hal yang harus kami terus perbaiki adalah penyelesaian. Kami harus menyelesaikan masalah ini," kata dia.

Klopp menyatakan bahwa secara statisik timnya sebenarnya bermain cukup baik. Mereka mempu menciptakan banyak peluang, namun gagal mengkonversinya menjadi gol.

"Kami telah menciptakan 36 peluang dalam tiga pertandingan terakhir dan mencetak dua gol. Itu jelas tidak cukup."

"Menciptakan 36 peluang menunjukkan kepada anda bahwa ada sesuatu yang benar dalam permainan kami. Kami memiliki skema yang sangat bagus tetapi momen terpenting adalah penyelesaian akhir."

Dari tujuh laga tersebut, penampilan lini depan Liverpool memang tak cukup menggembirakan. Mereka tercatat hanya berhasil mencetak lebih dari satu gol pada dua laga, yaitu saat mengalahkan Arsenal dan Aston Villa dengan skor 3-0 dan 2-1.

Pada tiga laga lainnya - kontra Wolves, Leeds United dan Newcastle United - mereka hanya mencetak tiga gol. Yang lebih parah, Liverpool gagal mencetak gol saat menghadapi Fulham dan Chelsea yang berakhir dengan kekalahan dengan skor tipis 0-1.

Masalah di lini depan itu, menurut Jurgen Klopp terjadi karena para pemainnya di lini depan tak cukup memiliki kepercayaan diri setelah mereka gagal memanfaatkan sejumlah peluang. Dia pun membantah jika para pemainnya dianggap bermain terlalu egois.

"Kami sempat berpikir apakah kami terlalu egois," katanya. "Kami tidak. Mereka tidak lebih egois sekarang atau kurang egois. Bukan itu masalahnya.

"Selalu seperti ini ketika anda melewatkan peluang. Ada satu atau dua situasi di mana hal itu bisa terjadi tetapi tidak semudah mengatakan kepada para pemain untuk tidak egois. Satu hal yang jelas, masalah egois itu bisa kita singkirkan dari meja."

"Kami bisa melihat para pemain tidak cukup percaya diri saat ini. Mereka tidak menggunakan sentuhan pertama mereka. Mereka ingin memastikan bola berada di posisi yang tepat dan kemudian sudah terlambat, bek lawan masuk."

"Setelah tidak mencetak gol beberapa waktu, anda tidak mengambil beberapa situasi untuk melakukan penyelesaian akhir. Itu normal karena saat ini kami tidak berada di atas."

Manajer asal Jerman itu mencontohkan gol Mohamed Salah ke gawang Chelsea musim lalu. Menurut dia, gol itu sangat fenomenal karena Salah memiliki kepercayaan diri dan keyakinan untuk menempatkan bola ke pojok tiang jauh setelah menusuk dari sisi sayap.

Dia menyatakan tak ada satu pun orang yang mengira Salah akan melakukan hal itu. "Gol itu bahkan tercipta bukan dari sebuah peluang karena ada tujuh atau delapan pemain Chelsea diantara Salah dengan gawang," kata Klopp.

"Ketika anda penuh kepercayaan diri, anda selalu ingin masuk ke kotak penalti dan mencoba menendang bola. Kami tak melakukan itu cukup sering saat ini dan ketika kami melepaskan tembakan dari jarak jauh, bola tak mengenai target."

Menurut data yang dimiliki Sky Sports, ucapan Klopp itu ada benarnya. Liverpool saat ini menjadi tim ketiga terburuk dalam hal penyelesaian akhir dengan hanya sembilan persen dari peluang mereka yang berhasil menjadi gol. Liverpool hanya lebih baik dari Chelsea dan Fulham.

Dia pun menyatakan sedang berupaya untuk membangkitkan rasa kepercayaan diri para pemainnya di lini serang. Dia menyatakan sudah berbicara satu per satu dengan para pemainnya tersebut pada sesi latihan.

Akan tetapi Klopp mengaku kesulitan ketika mental mereka kembali anjlok saat pertandingan berjalan.

"Ini tentang berbicara dengan mereka, membantu mereka menemukan solusi. Anda dapat melakukannya dalam latihan. Semua itu baik-baik saja tetapi kemudian permainan dimulai dan kesempatan pertama tidak masuk, kesempatan kedua tidak masuk dan kesempatan ketiga tidak masuk. Ini seperti luka yang berdarah lagi," kata dia.

Selain masalah di lini depan, Klopp juga menilai timnya kerap kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan. Hal itu terjadi pada laga kontra Leeds United dan Newcastle United.

Liverpool sempat unggul 1-0 pada kedua laga itu, akan tetapi harus puas dengan hasil imbang setelah kebobolan di akhir pertandingan.

"Kami kebobolan cukup banyak di menit terakhir dalam dua pertandingan terakhir," kata Klopp tentang hasil imbang melawan Newcastle dan Leeds.

"Bukannya saya bisa melihat hal itu akan datang tetapi saya melihat bahwa kami tidak mengontrol permainan dengan cukup baik pada saat-saat penting, seperti yang biasanya kami lakukan."

"Kami tidak kehilangan kemampuan itu, kami hanya perlu memastikan bahwa kami berjuang lebih keras di saat-saat sulit. Itu tidak berarti sebuah kesalahan. Itu berarti melawan keadaan. Tetap positif."

Terakhir, dia menyatakan mereka akan terus berupaya untuk mencapai posisi terbaik di klasemen Liga Inggris musim ini. Dia menilai peluang Liverpool merebut tiket kompetisi Eropa musim depan masih belum tertutup meskipun nasib mereka kini berada di tangan tim lain.

"Kami masih harus mengejar untuk bermain di kompetisi Eropa musim depan. Apakah itu Liga Champions atau Liga Europa, meskipun kami harus bergantung pada tim lain," kata dia.

"Tetapi kami tak ingin itu menjadi alasan karena hasil yang kami dapatkan di lima laga terakhir. Kami akan mencoba segalanya untuk memenangkan sebanyak mungkin pertandingan."

Langkah Liverpool untuk masuk ke posisi lima besar klasemen Liga Inggris memang cukup berat. Pasalnya mereka masih harus bertandang ke markas Manchester United pada akhir pekan ini. Empat laga lainnya, mereka harus meladeni Southampton, West Brom, Burnley dan Crystal Palace.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Inggris Liverpool

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top